Juni Padat Merayap Nyaris Tersendat

Alhamdulillah kembali ke dunia maya. Dunia di mana kita bisa bermimpi, berbagi, dan tersenyum nyata. Sebelumnya, kami mohon maaf telah lama menghilang. Benar-benar rumah ini kami tinggal pergi tanpa sempat pamit pada tetangga-tetangga. Apalagi berkunjung atau mengintip hidangan yang disajikan tetangga, benar-benar sedang tidak sempat. (sok sibuk ceritanya..)_

Apa pasal? (ini bahasa apa ya..?)
Pasalnya adalah, bulan Juni ini kami, Abi dan Ummi, benar-benar sedang disibukkan dengan penyusunan skripsi. Waktunya sangat mepet__bulan-bulan sebelum mepet telah hilang, berganti dengan bulan-bulan yang mendekati deadline__.  Biasa, the power of kepepet. Yang ada hanya penyesalan mengapa tidak dicicil. Jadi Juni ini benar-benar padat merayap, bahkan nyaris tersendat, karena mengumpulkan skripsi pada hari terakhir.

Lembur Siang Malam

Alhasil, pada deadline 1 Juli 2011, saya baru mengumpulkan skripsinya. Entah seperti apa, yang penting ngumpul dulu, saya sudah berusaha sampai gak tidur dua hari dan tidur kurang dari 3 jam/ hari selama seminggu (itu ceritaku, apa ceritamu?). Untung saja dibantu oleh dosen pembimbing yang sangat baik hati. Semoga saja pada sidang tidak dibantai…(mohon doa tetangga semua..)

Ummi Harestya, mungkin punya skenarionya sendiri, dosen pembimbingnya tidak bisa dihubungi, karena sedang melahirkan. (Tentu saja bayinya jauh lebih menarik daripada skripsi mahasiswa bimbingannya). Apapun itu, nikmati saja. Dan bersyukur atas segala yang ada. Alhamdulillah Ummi malah bisa bantuin ngerjain skripsi saya, sehingga skripsinya kita keroyok bertiga (sama dedek tentunya ^_^).

Begitulah #kilas kabar dari Keluarga Harestya. Teriring maaf sebesar-besarnya pada para tetangga. Mohon doa untuk sidang pertengahan bulan ini.

Salam,

Keluarga Harestya.

Sumber gambar: profiles.friendster.com

Advertisements
Posted in Uncategorized | 23 Comments

Negeri Pemakan Bangkai Itu Ada! (bag-2, selesai)

—cerita sebelumnya baca di sini
Peringatan penulis: jangan membaca artikel tersebut sebelum makan, saat tengah makan, ataupun sesaat setelah makan. Risiko mengabaikan peringatan ini ditanggung pembaca. ^_^

Perjalanan tetap kami lanjutkan. Kami menuju pusat kota. Jalan-jalan sudah sangat modern. Banyak jalan layang. Gedung-gedung tinggi menghiasi. Cukup maju juga peradaban di sini. Dan semua terlihat telah disusun rapi. Sungguh tata kota yang indah. Tiba-tiba kami melihat ada seseorang yang sedang lari-lari dikejar banyak orang. Rupanya ada copet. Dan ketika kami lihat apa yang dia bawa…Dua ekor bangkai kucing! Pencopet itu memegang dua bangkai itu dengan kedua tangan. Sementara massa di belakangnya terlihat sangat beringas. Ya, Alloh, apa lagi ini?!

Muak melihat kota, kami mengurungkan niat berkeliling lebih jauh. Kami ingin ke desa saja. Tempat yang lebih sejuk. Dan semoga masyarakat masih humanis.

Tiba kami di sebuah kampung. Tidak ada hamparan sawah. Hanya hutan lebat yang masih asri. Dan rumah berada di sela-sela hutan tersebut. Kami berhenti di sebuah tempat yang sepertinya memang sebuah tempat singgah khusus untuk turis.

Burung damai sekali bernyanyi bersahutan. Dan dahan-dahan pohon di sini cukup subur. Lebat. Sehingga sinar mentari yang masih cukup pagi hanya sesekali dapat menerobos. Bagai kilat dari langit yang menerobos bumi. Lurus dan tanpa kompromi. rileks dulu

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | 41 Comments

Negeri Pemakan Bangkai Itu Ada! (bag-1, cont.)

Peringatan penulis: jangan membaca artikel ini sebelum makan, saat tengah makan, ataupun sesaat setelah makan. Risiko mengabaikan peringatan ini ditanggung pembaca. ^_^

Saya ingin menceritakan sebuah pengalaman fiktif. Waktu itu, setelah menikah, Saya dan Istri berkesempatan berkunjung beberapa waktu di sebuah negeri di bagian lain bumi ini. Saya mengamati kehidupan dan cara hidup orang-orang di negeri tersebut. Ada rasa takjub, ada rasa aneh. Banyak hal baru yang saya dapat di sana.

Negeri Indah Itu

Kami memutuskan berbulan madu ke sana, karena informasi yang kami dapat tentang negeri itu sangat menarik hati. Negeri itu merupakan negeri Kepulauan yang masih hijau. Letaknya tertebar di Samudera Pasifik. Tetapi entah mengapa, negeri ini tidak dimasukkan dalam wilayah Oceania. Karena letaknya agak jauh lebih ke utara daripada Oceania. Rupanya informasi yang minim tentang keberadaan negeri itu membuat tidak banyak berita yang mengabarkan. Kami sendiri merasa beruntung mendapat info ini setelah mendapat referensi dari seorang teman. what a wonderful

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | 25 Comments

:)

Kalau sampai masa tak terlalu tua nanti..

ada masa kita sama–sama enggan menanyakan kabar,

tak merasa perlu tiap sentuh

kala peluk dirasa tak lagi nyaman

karena lemak mulai mengganggu

karena keringat mulai menampakan kesejatiannya,

kala album pernikahan kita entah di mana

kala riuh suara sibuk menghalau kita dari saling pandang

sayang// teruskanlah

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | 31 Comments

Sajak Dua Cangkir Kopi

Secangkir Kopi

Cangkir kopi yang beradu punya iramanya

Terdengar oleh telinga yang lama tak mendengar suara

Ia berimaji seolah getrukan nya adalah sebuah lagu dalam pentas panggung

Busanya menghilang satu-satu

Terlihat oleh mata yang lama tak melihat ada gelembung warna
Selamanya hitam, biar saja…

Tapi kali ini gelembungnya serupa jingga entah dari mana

Kopi selalu punya chemistry antara arah dan jalur dua hati

Berjarak tapi dekat

Dekat namun tak terkira jauhnya

Dan kopi selalu punya akhir tak bahagia

Hilang saripati, lalu larut dalam pusaran…

[Ummi 2010]

Ada catatan tambahan dari Abi

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | 65 Comments

Atik Pengen Jadi Akuntan

When I was just a little girl
I asked my mother what will I be
Will I be pretty, will I be rich
Here’s what she said to me

*Que sera, sera
Whatever will be, will be
The future’s not ours to see
Que sera, sera
What will be, will be

When I grew up and fell in love
I asked my sweetheart what lies ahead
Will we have rainbows day after day
Here’s what my sweetheart said

Now I have children of my own
They asked their mother what will I be
Will I be handsome, will I be rich
I tell them tenderly

Ketika kecil mungkin kita pernah ditanya oleh banyak orang, nanti kalo besar nanti pengen jadi apa? Banyak orang langsung menjawab, “Dokter”. Termasuk yang saya jawab waktu itu, karena terinspirasi Pakdhe yang jadi dokter. Atau jawaban lain biasanya adalah Presiden, Pilot, Polisi, Insinyur, Arsitek, atau Guru.

Pernahkan ada yang menyatakan pengen jadi akuntan? Ada. Siapakah Dia?

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | 24 Comments

happy milad, darl..

Tiap hariku ialah mengeja cinta
mengejawantahkan rahmat, yang terpagut dalam tiap helai senyum mu..

happy milad sayang..  (17 mei 2011)

semoga cinta sederhana selalu berhasil mencukupi jiwa-jiwa kita..

-ummi&dedek-

Posted in Uncategorized | 5 Comments