LAZIO

Elang… biru langit… Apa yang terpikir olehmu? Abstrak yah? Setidaknya itu juga yang saya  rasakan awalnya. Suatu ketika ada heboh-heboh di satu sudut ruang kelas__saya dan Abi Harestya pernah sekelas sebelum menikah__beberapa mahasiswa cowok ribut-ribut saling menghina klub bola, dan subyeknya adalah Lazio, klub bola favorit salah satu teman itu (baca: Abi, red.). Itulah awal mula saya ‘ngeh’ sama Lazio.

Lazio

Lazio

Lazio adalah salah satu klub sepakbola di Italia. Entah mengapa Abi bisa suka dengan klub itu. Rata-rata orang akan mengidolakan Barca, Madrid, MU, Liverpool, Chelsea, Milan, Inter, Juve dan klub besar lain. Tapi orang yang satu ini beda. Abi suka Lazio yang mempunyai simbol Elang dan seragam Biru Langit. Itulah salah satu indikasi bahwa dia istimewa di mata Ummi.

Pagi bisa jadi tidak semeriah biasanya__bahkan suram__ bila dini hari tadi ada klub yang mengandaskan terbang Sang Elang. Apalagi kalau yang terjadi adalah duel Serigala dan Elang, Derby Della Capitale, atau Roma versus Lazio. Maka Abi akan begitu serius terhadap masalah yang satu ini. Dan kadang saya bakal terkena imbas perubahan mood Abi kalau hasil pertandingan tidak sesuai dengan harapannya.

Ada masalah? Sebenernya sih nggak…tapi sejak lama saya menyukai A.S. Roma, dengan simbol Serigala. Terakhir kali saya rutin memantau pertandingan bahkan sampai Sang Serigala jadi juara sejati di Italia, Scudetto tahun 2000-2001. Yang jelas, saya mengidolakan sang kapten yang punya julukan Pangeran Roma. Alasan? Klasik: ganteng. Hhee… Namun selain itu, saat itu Roma memang kekuatan full dengan keahlian mumpuni plus tenaga tambahan dari Batistuta. Maka tak ada alasan untuk tidak mendukung Serigala kan? ^_^

Il Capitano

Il Capitano

Saya jadi merasa warna biru langit itu ‘sesuatu banget’. Seenggaknya terasa banget waktu kehamilan 8 bulan kemarin, Si Abi lagi sering dapat tugas ke luar kota. Derby Roma yang akan mempertemukan Elang dan Serigala. Saya jadi benar-benar merasakan kehilangan yang perfect banget… Biasanya si Abi ada di pinggir ranjang, nonton aksi si elang sambil beberapa kali teriakan dan hentakannya mengagetkan saya yang ternyenyak. Seperti waktu derby pertama yang kami saksikan (setelah menikah) pada 13 Maret 2011. Kala itu Totti Sang Pangeran berhasil menjebol gawang Lazio dua kali sekaligus membawa Roma meraih kemenangan. Kegembiraan saya sebagai tifosi Roma bercampur aneh dengan kesedihan yang terpancar dari wajah Pangeran sejati saya.

Derby Della Capitale

Derby Della Capitale

17 Oktober 2011 dini hari kemarin Abi masih di luar kota. Kali ini saya sendiri… Akhirnya kami sepakat nobar dengan cara saling menelepon sepanjang pertandingan.
Pertandingannya? Si Elang kandas lebih dulu! Saya? Sebenernya seneng, sebagai Romanisti. Tetapi teriakan gembira saya di gol Osvaldo malam itu ditanggapi dingin oleh Abi di seberang suara telepon sana…Ternyata skor akhir memang milik Lazio. 2-1. Sebuah dilema bagi saya apakah hendak gembira atau sedih.

Setidaknya saya menghargai banyak filosofi abi tentang si Elang. Suatu sore di atas roda dua kami, Abi sempat berujar, ia belajar banyak dari kesetiannya pada Lazio. Tentang kesederhanaan, tentang menghadapi kekalahan, tentang menghadapi hinaan. Hmm.. saya jadi teringat semua pribadinya, awal saya memutuskan jadi bagian hidupnya.. rasanya saya mau terimakasih sangat sama Si Elang… ^____^

Note : saya memutuskan untuk tetap jadi Romanisti. Piss ya sayang…

Sumber gambar: wartakota.co.id, habs.theoffside.com, jawaban.com.

[Ummi]

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

28 Responses to LAZIO

  1. ~Amela~ says:

    awalnya kirain abi yang nulis, setelah dibaca lagi ternyata ummi.. 😀
    mel juga suka nonton bola, tapi ga ada klub tertentu yang difavoritin..
    kalau piala dunia atau euro, baru dukungnya Jerman..

  2. horeeeeee,, kita sepaham umii,,,
    saya juga romanisti lho,,,
    aduh sayangnya kemarin kita harus menerima keunggulan lazio,,, uuuhhh,, ga mood banget saat liat roma kalah sama saudara sendiri,,,, ckckck

    dulu waktu masih jadi ABG, kamar penuh dengan segala ttg Roma, tapi setelah dewasa sih sudah ga lah, sudah sadar ceritanya, namun hati tetep romanisti.. 😀 😀

  3. tunsa says:

    hehe..saya sih netral ajah… gak ada tim favorit..

  4. abah_alianci says:

    wkwkwkwkwk……….jupe tetap yg terbaik….

  5. Bumblebee20 says:

    viva la viola..
    meskipun akhirnya berpindah ke roma,batigol tetap sang pahlawan…

  6. Ahh… membuat saya bernostalgia,…
    Waktu itu yang suka Lazio mungkin cuma saya juga waktu SMP,… hehe
    Saya juga suka LAZIO, tapi saya berhenti nyimak Lazio begitu Mancini (Pelatih Manchester City sekarang) pensiun sekaligus keluar dari Lazio, waktu itu,…

    Senang rasanya membaca tulisan ini…

    Salam Kenal,
    Abu Haniya

  7. Asop says:

    Di italia saya ndukung Juventus si Nyonya Tua! 😀

  8. Shylmi says:

    Oh Lazio kapan anda ke indonesia..
    aku fans setiamu.

  9. Johar Manik says:

    Ane tidak mengikuti olahraga, sampai saat ini Ane cuma suka berenang, jogging dan menembak. Maaf Ane tidak bisa komentar banyak soal bola… .

  10. alinaun says:

    Saya sukanya AS Roma 😀

  11. atmokanjeng says:

    BAGAIMANA CARA AGAR BISA SUKA SEPAKBOLA… MAKSUDNYA NONTON BOLA?
    HE HE HE..

  12. lazio1900 says:

    oooo FORZA LAZIOOO
    Non Mollareeee
    e Facci un Gool

    e Quando Dalla Curva Questo Coro Sentirai !!!
    Vola Lazio Vola Non Ti Las Ceremo Mai !!!

  13. pay says:

    seorang istri wajib lho ikutin suaminya!
    Apalagi bsa bkin snang hti suami…
    He..he..

    #mentang2 laziale

  14. iyha says:

    great,,, itu yg terjadi sama saya ketika pertama kali kenal sama Yah
    tapi sekarang saya sudah BIRU seutuhnya

  15. ilham syah aja says:

    Alasan Suka Lazio Sama Kaya Ane Tuh Abi,Suka Warna Biru Langit + Lambang Elang Sebagai Logonya..
    Ane Suka Lazio Sejak Kecil , Saat Semua Temen2 Ane Pada Punya Baju Juve,Milan,Inter,Roma & Parma & Banggain Timnya,Ane Tetep Bangga Sama Lazio ..
    Eh Sampe Sekarang Tetep Cinta Lazio & Untuk Selamanya..
    Forza LAzio Ale
    Non Mollare Mai
    🙂

  16. yordan says:

    lazio en roma sama2 keren kok
    namun, jarangnya kedua tim ini merengkuh juara, kadang jadi bahan ejekan
    suprter lain, yang sok sokan jagoannya itu paling bagus

    panas juga kalo denger orang jelek2in tim lain
    walau tim itu bukan inter

    cuma orang2 yang jelek aja yang seneng jelek2in tim lain
    kalo ganteng kan nggak
    hehe

  17. ANTHONY says:

    proud be laziale…IJIN TERIAK……..FORZA LAZIO

  18. ibenk klose says:

    Aku udh 16 thun setia sm LAZIÓ…menang kalah tetep dihati….ayo lazio!!!kapan nich moment bÉrsejarah thn 1900 & 2000 terulang???

  19. Amama Ali says:

    dream team tahun 2000:
    Salas – Mancini
    Concecaio – Alyameyda – Veron – Stankovic – Poborsky
    Couto – Nesta – Favalli – Mihajlovic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s