Atik Pengen Jadi Akuntan

When I was just a little girl
I asked my mother what will I be
Will I be pretty, will I be rich
Here’s what she said to me

*Que sera, sera
Whatever will be, will be
The future’s not ours to see
Que sera, sera
What will be, will be

When I grew up and fell in love
I asked my sweetheart what lies ahead
Will we have rainbows day after day
Here’s what my sweetheart said

Now I have children of my own
They asked their mother what will I be
Will I be handsome, will I be rich
I tell them tenderly

Ketika kecil mungkin kita pernah ditanya oleh banyak orang, nanti kalo besar nanti pengen jadi apa? Banyak orang langsung menjawab, “Dokter”. Termasuk yang saya jawab waktu itu, karena terinspirasi Pakdhe yang jadi dokter. Atau jawaban lain biasanya adalah Presiden, Pilot, Polisi, Insinyur, Arsitek, atau Guru.

Pernahkan ada yang menyatakan pengen jadi akuntan? Ada.

Dia adalah Atik Fajaryani, seorang yang dinobatkan sebagai peraih Ujian Nasional tertinggi se-Indonesia. Atik mengemas nilai sempurna pada Matematika dan Bahasa Inggris, sedangkan bahasa Indonesia agak ‘sedikit meleset’ dengan hanya ‘mengemas’ 9,80!

Sang Jawara UN 2011 beserta Gurunya

Darimana dia berasal? Dari SMA Negeri favorit? Dari SMA Swasta mewah? Dari keluarga yang sangat peduli akan pendidikan anaknya? Hingga rela berinvestasi untuk bimbel anaknya puluhan juta? Tidak. Atik hanyalah siswi SMK Negeri di Bantul, negeri ujung selatan Jogja. Atik juga berasal dari orangtua hebat yang kebetulan berprofesi sebagai buruh tani dan ibu rumah tangga. Mari menampar diri sendiri untuk menyadarkan kita agar bersyukur, serta menumbuhkan malu atas apa yang sudah dicapai (terutama saya pribadi).

Dan mengapa Atik ingin jadi akuntan? Itu adalah hal yang menggelitik bagi saya. Akuntan? Apa sih istimewanya? Bahkan bagi fresh graduate, kerja jadi akuntan di KAP (kantor akuntan publik) bagai neraka, _katanya_. Banyak lemburnya sampai tak terkira. Paling-paling sakit tipes. Itu pun belum menjamin bahwa angka-angka keuangan yang digeluti akan balance, dan kalaupun balance belum tentu benar. Berat rasanya…

Mungkin saja Atik sempat berkenalan dengan sosok figur seorang akuntan yang dikaguminya. Yang jelas banyak orang yang tidak melirik profesi ini, jauh kalah tenar dengan Pengacara, Dokter, atau Teknisi di Perusahaan Tambang Multinasional.

Saya sendiri bukannya tidak suka dengan orang yang ingin menjadi akuntan, lha wong background saya (dan Ummi Harestya) juga ekonomi, kok. Hanya saja, mungkin Atik belum tahu tentang UU Akuntan Publik yang baru disahkan. Bisa jadi, setelah membaca UU ini Atik sedikit berubah pikiran.

Mengapa? Salah satunya, menurut dosen saya, bahwa akuntan saat ini terancam dipermainkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena pada pasal 55 UU ini mengatur ketentuan pidana bagi akuntan. Dan ancaman hukumannya adalah 5 tahun penjara.

Nah, apa salahnya? Toh memang banyak akuntan yang kadang ikut ‘bermain kotor’. Tentu ancaman itu bagus untuk membuat jera. Lagian pidana itu ditujukan untuk akuntan yang melakukan pelanggaran, antara lain manipulasi.

Masalahnya bukan terletak pada pada ancaman pidana dan sebabnya, namun terletak pada angka 5 tahun itu. Dalam hukum, bagi delik pidana yang diancam hukuman 5 tahun ke atas, seorang tersangka bisa dipenjara terlebih dahulu sebelum diadili. Itu dia!

Sekarang coba ikuti imajinasi saya. Seandainya seorang akuntan melakukan audit, dan hasilnya menemukan kebobrokan sebuah manajemen perusahaan. Otomatis jajaran direksi tidak suka boroknya terbongkar. Bagaimana yang terjadi jika para pejabat perusahaan itu iseng melaporkan akuntan tersebut ke Polisi dengan tuduhan manipulasi? Maka akuntan tersebut akan masuk penjara terlebih dahulu, dan diinterogasi oleh polisi yang belum tentu expert di bidang akuntansi, asal ada S.E. di belakang namanya. Masalah nanti akhirnya tidak bersalah di pengadilan, itu urusan nanti. Yang jelas, akuntan malang itu akan merasakan terlebih dahulu dinginnya lantai hotel prodeo__bisa jadi sampai berbulan-bulan__, dan bagaimana gemesnya diinterogasi oleh seorang yang berkuasa tetapi tidak mengerti permasalahan sebenarnya.

Separah itukah? Semoga itu hanya imajinasi saya saja.

Mari kita dukung Atik untuk meraih citanya, menjadi akuntan. Dan akan membangun negeri ini dalam bidang ekonomi akuntansi guna mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Kembali ke lagu Que Sera-Sera yang diciptakan oleh Jay Livingston dan Ray Evans pada 1956 silam, indah sekali makna tersiratnya. Bahwa, bagi orang tua, mau jadi apapun terserah, karena masa depan di tangan Alloh. Bisa jadi waktu kecil ingin jadi polisi, setelah besar kena tilang polisi. Waktu kecil ingin jadi dokter, setelah besar jadi pasien. Waktu kecil ingin jadi Presiden, setelah besar hanya jadi rakyat.

Orang Tua Hanya Ingin Anak Bahagia

Jadi apapun terserah, karena bagaimanapun, anak tetap akan menjadi orang hebat di mata orang tuanya.

Sumber gambar: harianjogja.com, billystovano.wordpress.com

[Abi]

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

24 Responses to Atik Pengen Jadi Akuntan

  1. Agung Rangga says:

    wah…
    Hebat, hebat… 😯
    Saya pengen seperti Atik… 😳

  2. apri says:

    jangan2 atik pengin kuliah di STAN 😀

  3. subhaanallaah,,
    salut dan bangga sama Jawara UN-nya… semoga selalu mendapatkan yang terbaik, aamiin…

  4. monda says:

    tiap profesi sekarang memang ada aturannya dan undang2nya,
    nggak hati2 aja dikit bisa “kepegang”,

  5. Ahmad says:

    hebat untuk atik meski dari keluarga buruh tani, dia bisa memiliki prestasi hebat, apalgi itu tingkat nasional.. Salute buat dia.. Soal akuntan publik, tergantung orangnya kalau pintar pasti tahu cara ngatasin masalahnya.. hehe.. mudah2an kalaupun Atik jadi akuntan dia harus bisa jadi akuntan bersih dan juga cerdas agar tidak dipermainkan di kemudian hari..

  6. dede6699 says:

    atik luarbiasa.. Duhh akuntan pusing..jah payah nih..hehee..
    Smga trcpai ct’a..aamiin

  7. Kamal Hayat says:

    Dulu Waktu kecil aku ditanya mau jadi apa..? aku jawab mau jadi pilot… tapi nasib sekarng berbeda

  8. awan putih says:

    kenalan sama akuntansi waktu pelajaran kewirausahaan SMP, itu aja ngerasa aneh dn lebih sering menyebut ‘akutansi’. Di SMA terutama kelas 3 makin bersahabat dengannya karena jasa Pak Punto (apa kabar ya beliau?). Stlh SMA, gagal ke STAN terbang ke Solo, ketemunya akuntan (si) juga….meski kdng sulit dipahami tapi bukan berarti tdk bisa…dn yg pasti akuntansi itu menyenangkan! [menyemangatidirisendiri.com]

  9. imajinasi abi luar biasa… seremnya, hehe…

  10. Lintasberita says:

    ah Hukum di Indonesia bisa dibeli kok, untuk mensuap Polisi,Kejaksaan dan Pengadilan mah ga seberapa uangnya dibanding dgn hasil yg didapat akuntan kotor..kebetulan sy juga ambil akuntansi,sebenernya dlm praktik akuntan sama2 diuntungkan perusahaan pingin auditnya terlihat bagus maupun laporan keuangannya terlihat sehat, sebenernya bagi akuntan tidak masalah karena untuk merubah sedikit laporannya sbb dlm perusahaan besar selisih2 dalam Milyar tidak begitu material nilainya.

    • wah.miris juga ya di negara ini..

      Btw, mgkin untuk perusahaan kecil n menengah dimungkinkan utk “kerjasama” akuntan-direksi yg “saling menguntungkan” keduanya….Tapi untuk perusahaan go publik tdk semudah itu….karena akan marah pemiliknya (publik). Tentu pemilik perusahaan tdk mau ditipu direksi, bahwa sebenarnya perusahaannya sakit, tapi dibilang sehat2 aja..

      Terima kasih sudah berkunjung

  11. berat ya bi..profesi akuntan itu….apalagi yang kerjanya mengaudit…

  12. Karyaku UMY says:

    Perjuangan akan membuahkan hasil yang sangat Indah
    Atiikk merupakann sosok siswa yang sangat bisa bersyukur atas keadaan ortu nya sprti itu,dan dia merasa bertanggung jawab untuk merubah nasibnya,,semoga atik menjadi anak yang bisa mmbanggakan kedua ortunya seta bisa menjadi akuntn yg profesional
    kebetulan bantul dket dngn saya..hehehe

  13. dheeasy says:

    Saya alumni SMK -juga- dan -tadinya- ingin jadi akuntan -juga- akhirnya kuliah di jurusan akuntansi -dan- sekarang kerja di bidang komunikasi… Mengalir saja… Insya Allah yang terbaik…

    *Salut buat atik -sempat liat liputan khusus tentang dia di Metro TV-

  14. Asrul says:

    Semoga Atik terinspirasi sama sosok Akuntan Yang Jujur bukan model Gayus Tambunan, tentang UU Akuntan Publik kayaknya sudah disisipi kepentingan kaum Koruptor yang saat ini lagi berkuasa.. yah semoga yang Adil tetap bisa menang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s