Mihrab Maryam

Menyusuri mihrab Maryam, tertegun didalamnya…

tentang warna putih pudar yang mendominasi

tentang aroma kamar gadis yang baru menapak usia

Kudapati mihrabnya bagai susun susun tak bercelah, rapat rapat menjaga kesucian

Hingga Jibril datang membawa berita, ia tak pernah dimasuki siapa yang tak dikehendaki

Dalam mihrab Maryam banyak berdoa, entah tentang apa…

tentang kedekatan pada Tuhan

tentang kedua orang tua yang mulia,

atau bisa saja tentang cinta yang lebih luas dari masyuknya dua sosok manusia…

Kesucian itu di hati, mengejawantah dalam laku, bahkan senyum yang tersembunyi

Kesucian itu lebih harus dimaknai dan didekap kencang ketika mihrab mihrab layaknya milik Maryam tak lagi didapati…

Luas bisa saja,

Sempit amat mungkin,

Namun mihrab itu bernama pengabdian,

Sangat luas ketika bakti hanya pada hal yang Tuhan ridhoi…

Harusnya begitu, ketika celah hati terketuk halus… atau bahkan tak tertahankan guncangnya…

Seolah aku bercerita, padanya… masuk ke dalam celah terdalam mihrab, mendapati kepala di atas pangkuannya dengan airmata yang hanya dapat dimengerti dua sosok tersembunyi.

=seolah mihrab dalam kubus segiempat=

[Ummi]

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

21 Responses to Mihrab Maryam

  1. sungguh luar biasa bahasa yang digunakan Mba Harestya….
    tak sembarang orang dapat membuat itu..

  2. tunsa says:

    mmm….kayak apa ya mihrobnya, hehe..
    salam

  3. jasmineamira says:

    indah sekali psotingan ini. ummi emang top deh kalo bkin postingan πŸ˜€

  4. SQ says:

    Pengabdian Maryam dalam mihrabnya, Luas bisa saja, Sempit amat mungkin, Mengingatkan pada mihrab manusia, dalam hatinya.
    πŸ™‚

  5. choirul says:

    subhanallah…… itu saja komentar saya

  6. dheeasy says:

    Berharap kesucian itu di hati, bermimpi kelak mengejawantah dalam laku, entah apakah senyum kan tersembunyi

    bilakah kelak mihrab layaknya milik Maryam kan dapat lagi didapati…

    Indah bun πŸ™‚

  7. awan putih says:

    Subhanallah…semua isi rumah (lama) diboyong ke sini ya..
    Lanjutkan

  8. Ade Truna says:

    sempit sekali mihrab itu….

  9. bundamahes says:

    nuruuuuuuuuuuuuuul…
    keren! 😯

  10. adem bacanyaaa……

    jadi pengen nulis yg kaya gini tpi belum bisa… hehe…

    salaam…

  11. Karyaku UMY says:

    tulisannya bagussss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s