Sai Baba dan Kematian

Dug…….dug. Dug……dug. Dug…dug. Dug.. dug. dugdug. Dugdug. Dugdug…..(ini suara bedug!)

Bagi Anda yang merupakan Sobat Padi, mungkin bisa membayangkan suara itu seperti pada intro album “Sesuatu yang tertunda”. Yang ada sebelum lagu “Bayangkanlah” dan setelah lagu “Kasih Tak Sampai”. Dalam album tersebut, terdengar suara musik bedug (atau drum?), yang mula-mula lambat kemudian temponya semakin cepat.

Mengapa saya peduli dengan suara bedug itu? Karena, bagi saya, suara bedug yang khas seperti itu mempunyai memori tersendiri. Dan memori itu berupa memori ketakutan.
Di kampung saya, sewaktu kecil dulu. Bedug (dan kenthongan) menjadi sarana komunikasi warga kampung. Salah satunya adalah untuk mengabarkan kematian. Bedug dengan nada seperti itu, hanya berbunyi dua kali. Yaitu saat hari Jum’at (untuk Jum’atan), dan untuk mengabarkan kematian. Bedanya, untuk jumatan nanti akan disusul dengan bunyi kenthongan. Dan kalau tidak disusul bunyi kenthongan, dan terjadi di hari selain Jum’at, maka sudah pasti itu adalah kabar lelayu (berita kematian).

Ilustrasi suasana mencekam: kematian

Tahapan selanjutnya, bagi kami, anak-anak kecil yang sedang bermain, akan menghentikan permainan. Wajah kami semua tercekat. Tegang. Saling berpandangan takut tanpa suara. Pertanyaan selanjutnya adalah: “Siapa yang…?”

Maka kami akan beringsut. Sambil menunggu pengumuman setelah bedug berbunyi. Dan seperti biasa, Mbah Bu, seorang sesepuh desa yang rumahnya paling dekat dengan masjid, akan mengumumkan melalui speaker masjid. Mbah Bu, bagi kami, mempunyai suara yang khas. Suaranya sangat sedih sekali. Sangat pelan, penuh serak. Benar-benar menghayati apa yang diucapkan dalam kabar kematian itu. Menambah aura mencekam yang sudah tercipta secara alami. Apalagi setelah membuka pengumuman dengan ucapan, “Innnalillahi wa inna ilaihi raji’un” Dan diulang tiga kali. Benar-benar sekarang semua aktivitas warga sekampung akan terhenti. Demi mendapat jawaban atas pertanyaan “Siapa?”.

Ketika sudah mendengar sebuah nama. Akan diikuti banyak komentar oleh orang-orang dewasa. Salah satunya yang sempat saya tangkap adalah ucapan-ucapan seperti:
“Lho, bukannya tadi pagi masih jalan-jalan pagi?”
“Hah, semalam masih berbincang-bincang dengan saya!”
“Kelihatannya itu kan masih seger ya si itu.”

Itu adalah satu fragmen tentang kematian yang secara tidak sadar saya dapatkan ketika kecil. Sehingga mendapat satu kesimpulan bahwa, kematian itu tidak terduga.

Dan memang benar. Kematian adalah satu misteri yang tak terungkap. Secara umum yang usianya lebih tua lebih mendekati mati. Tapi tidak demikian praktiknya. Banyak kita saksikan tidak ada urutan pasti tentang kematian, selain kehendak Pemilik Hidup.

Demikian juga, baru-baru ini tersiar kabar meninggalnya Sai Baba. Seorang yang dianggap sebagai guru spiritual tingkat tinggi di dunia. Seorang yang dianggap penyelamat dan semacam ‘ulama’ lintas agama yang suka membantu banyak orang. Ada juga yang menganggap sebagai tukang sulap. Ada yang menganggap musyrik. Ada yang menganggap sebagai dajjal. Ataupun dajjal kecil.

Apapun itu, toh sekarang dia meninggal juga. Tak kuasa melawan kehendak Tuhan.

Satu hal, setidaknya kematian Sai Baba sedikit memberikan hal baru bagi para pengikutnya. Konon, Sai Baba adalah titisan Shirdi Baba, yang meninggalkan jasmaninya mati pada tahun 1918. Menurut keyakinan (entah benarnya), sebelum meninggal, Shirdi Baba mengatakan bahwa Baba akan lahir 8 tahun kemudian. Dan pada 1926, lahirlah Sai Baba, tepat delapan tahun! Namun, kita tentu tidak bisa mendapatkan info valid tentang ramalan Shirdi pada tahun 1918 itu. Kita sedang di mana ya tahun itu?? hehe

Yang bisa kita cermati adalah, bahwa berdasarkan keyakinan dan ramalan Sai Baba, beliau akan meninggal pada tahun 2022. Kemudian akan dilanjutkan oleh Prema Baba yang akan lahir pada 2023. Tapi sekarang kita saksikan, betapa kematian benar-benar tidak bisa diramalkan atau ditangguhkan barang sedikitpun. Termasuk oleh Sai Baba.

Sai Baba Meninggal Juga

Alloh Maha Besar!

sumber gambar: ariefelmayor.blogspot.com,ย ruanghati.com

[Abi]

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

36 Responses to Sai Baba dan Kematian

  1. bundamahes says:

    satu kalimat yang terucap : SUKURIN! makanya jangan belagu! ๐Ÿ˜Ž

  2. alirakita says:

    hwahahahaha…

    Sai Baba juga hanyalah seorang manusia biasa. Semoga dengan kematiannya ini, kita bisa mengambil pelajarannya…

  3. Ade Truna says:

    TUHAN kok mati ya? Alhamdulillah…

  4. ngeyel tuh orang…. ๐Ÿ˜€

    wah, ada kata2 PADI di sini,, apakah termasuk sobat padi juga?? hehehe….

  5. Manusia hanyalah makhluk yang diciptakan dan tak kuasa melawan kehendakNya. Karena hanya Dialah Yang Maha Kuasa meliputi segala sesuatu yang ada.

  6. pengikutnya nyadar ga ya…
    katanya maha penyembuh, kok penyakitnya sendiri nggak bisa menyembuhkan.
    kasihan deh lu… kasihan juga tuh pengikutnya. ๐Ÿ˜›

  7. kamal says:

    memang berita kematian menakutkan ya…hehe, met kenal ya bos

  8. popi says:

    jujur saya suka rada merinding kalo denger bunyi bedug yg bertalu2 (bukan bedug adzan loh!) apalagi kalo bunyinya tengah malam atau subuh. Dan bener..kita langsung saling bertanya: sapa yg meninggal ya?

  9. erwin says:

    berarti bukan Dajjal, Nabi Isa belum turun udah koit duluan.

  10. sedjatee says:

    wah… sedih sekali tentu para pengagumnya
    tapi seneng dengan suara kentongannya
    meski pendek, selalu bisa menghentak hati warga desa
    mirip di kampungku lah..

    sedj

  11. atmokanjeng says:

    Umar bin Khatab RA. punya cincin di jemarinya yang bertuliskan Kematian adalah penasihat terbaiknya…
    http://atmokanjeng.wordpress.com/2011/04/27/do%E2%80%99a-yang-ditolak-dan-hati-yang-membuat-do%E2%80%99a-kita-tertolak/

  12. iya kang…
    Smg kita semua tidak termasuk golongan yg meyakini bahwa kematian itu haq, tetapi tidak pernah menyiapkan bekal untuk menghadapinya…amin..

  13. choirul says:

    berarti Sai Baba itu nanti masuk neraka ya?

  14. mauna says:

    Smoga bisa jadi pelajaran buat para pengikutnya dan yang percaya pada hal2 yang menyebabkan menyekutukan Allah… .
    Smoga kita terhindar darinya dan Smoga Allah senantiasa menjaga keimanan kita yaa…
    Salam kenal

  15. hilsya says:

    woalah.. aku baru tau setelah jalan-jalan di google tentang Sai Baba itu

    salam kenal ๐Ÿ™‚

  16. akhirnya penyebar fitnah modar juga……….

  17. Directory khusus untuk blog dofollow indonesia. Dapatkan rangking tinggi. Submit wen/blog Anda sekarang gratis tanpa daftar, tanpa reciprocal link.
    blog dofollow indonesia, seo, search engine, link directory, link direktori, google page rank, alexa page rank, web ranking

  18. ahmad naoval says:

    lebookkkkkkkk modar

  19. Hamba ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ู yang setia says:

    Ambilah pelajaran yang sangat berharga dari kejadian ini,berpikirlah yg rasional ada kah seorang tuhan mati??ada kah tuhan lebih dari satu??ada tuhan punya bapa,bunda??kan dia yg ciptakan dunia dan akhirat???pertanyaannya apakah dia seorang tuhan??sadar lah sebelum nabi isa al masih as,turun ke bumi menyadar kan bahwa selama ini anggapan manusia yg menganggapnya tuhan itu salah,sungguh itu tipu daya kaum Yahudi.yg dari zaman kitab suci pertama di turunkan kepada nabi ibrahim as(Taurat) kaum Yahudi suka mengubah-ubah kitab suci ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ู tersebut sampai zaman kitab nabi isa al masih as,(Injil).hanya kitab nabi muhammad SAW lah(al-Qur’an)yg tidak bisa di tipu daya kaum yahudi.kalo tidak percaya pelajarilah seluruh kitab dan cari kebenarannya sendiri.

  20. saiful hasan says:

    Sai Baba sendiri ternyata salah dalam meramal dirinya, sebagai titisan atau avatar dari shiva tuhan bagi kaum hindhu dan semacamnya juga masih kalah jauh dan tak dapat dibandingkan dengan Tuhan Yang menciptakan Alam Semesta besrta isinya. Allahu Akbar.

  21. winnie says:

    menuruktu cerita itu juga ada kaitanya dengan ajaran dharma

  22. GOLEK says:

    HANYA ORANG BIASA KNP DI SEMBAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s