Jodoh

Setelah menutup penghujung 2010 dengan posting yang (menurut saya) sempurna: undangan nikah, saya belum jua mulai menggoreskan tinta mengetik keyboard untuk menulis lagi. Akhirnya kerinduan untuk menulis sudah tidak tertahankan saat ini.

Masih dalam suasana euforia pernikahan, kali ini saya ingin berbagi pikiran tentang satu hal, yang mungkin juga sedang dipikirkan banyak orang: tentang Jodoh.

Were together

Apa itu jodoh? Tidak perlu definisi di sini. Yang jelas, kata itu cukup populer dibanding kata-kata sejenis, yaitu nikah dan kawin. Melalui penelitian sederhana tentang kepopuleran kata, saya mengetikkan “jodoh” pada mbah google, dan kira-kira menghasilkan temuan 25,6 juta. Sedangkan nikah dan kawin jauh kurang populer masing-masing dengan 22,8 juta dan 10, 9 juta. Anehnya, kata jodoh ternyata kalah dengan kata “pacaran”, yang menghasilkan 29,6 juta temuan. Saya menyimpulkan (secara tidak ilmiah), bahwa, orang lebih suka pacaran. Atau dengan kata lain, dari 29,6 juta orang yang pacaran, hanya 25,6 juta yang berpikiran bahwa pacarnya merupakan jodohnya. Dan dari 25,6 juta orang tersebut, hanya 22,8 juta yang akhirnya menikah. (Kata “kawin” saya abaikan karena sering bermakna ganda, hehe, atau sering disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu dan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab)

Barangkali, salah satu yang membuat kata jodoh populer adalah album dari Wali, yaitu Cari Jodoh. Meskipun jauh sebelum itu dunia hiburan juga menampilkan film komedi Jodoh Boleh Diatur (Warkop DKI, 1988). Bahkan, tulisan terakhir seorang legenda sastra Indonesia, A.A. Navis (penulis Robohnya Surau Kami)—sering ada di soal-soal buku bahasa Indonesia dulu—, adalah kumpulan cerpen berjudul “Jodoh” (1998). Selain itu, sebagian orang yang berinfo luas tentu tidak asing dengan Kali Jodoh, Jakarta Barat. Yang terkenal sebagai suatu daerah lokalisasi pelacuran ilegal dengan produk daun-daun muda.

Terlepas dari itu semua, saya memandang jodoh sebagai sebuah misteri yang unik.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram bersamanya, dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda (kekuasananNya) bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum:21)

Banyak orang yang memandang ayat di atas sebagai jaminan bahwa setiap kita pasti sudah disiapkan jodoh oleh Alloh. Padahal, secara eksplisit memang tidak dinyatakan demikian. Jadi, ketika ada pertanyaan, mengapa bisa sampai ada orang yang tidak punya jodoh (baca: menikah) sampai dengan meninggal? Saya sendiri tidak bisa menjawabnya.

Yang ingin saya cermati adalah, bahwa kita, sebagai orang yang yakin tentang jodoh kita yang disiapkan Alloh, kadang-kadang sering mengalami fase-fase unik. Suatu kali kita sangat yakin pacar kita yang sudah dipacari sejak lulus SD sampai lulus S-2 ini akan menjadi istri/ suami kita. Namun, tak dinyana, Alloh berkehendak lain, sehingga bisa-bisanya putus. Dan masing-masing menikah dengan orang yang baru dikenal kurang dari satu tahun.

Pacaran Sejak Lulus SD

Dan juga, pernah saya mendengar kisah-kisah nyata dari pelakunya sendiri, bagaimana mereka bertemu pasangan hidupnya. Ada yang berawal dengan tidak sengaja menginjak kaki di kopaja yang penuh sesak, berakhir di pelaminan. Ada yang tidak sengaja berteduh karena hujan di suatu rumah di pinggir jalan, berakhir pula dengan ikrar sehidup semati dengan anak yang punya rumah. Dan masih banyak lagi hal-hal yang sepertinya ‘remeh’ tetapi berujung pada hal besar: separuh dien. Mungkin kita lupa, bahwa tiada sehelai daun pun yang jatuh di muka bumi ini, yang luput dari skenarioNya.

Dalam suatu fase yang lain, saya sendiri pernah mengalami, sangat penasaran dengan isi Lauhul Mahfudz. Ingin sekali rasanya saya mengintip satu nama yang bakalan saya sanding nantinya. Saya ingin shortcut. Agar, saya tidak perlu menemukan orang yang salah dulu. Tidak perlu saling menyakiti dan tersakiti karena toh memang garis tangan tidak menghendaki. Penasaran sekali rasanya ingin mengetahui nama tersebut. Apakah nama itu orang di sekitar? Apakah nama itu pernah kukenal? Atau bahkan apakah nama itu belum pernah kudengar sama sekali? Lucu juga membayangkan hal ini.

Haha,..tentu itu gak mungkin terjadi. Dan memang seharusnya tidak terjadi. Hidup ini seru, karena merupakan misteri. Alloh memberi ruang yang cukup luas untuk sesuatu yang bernama “ikhtiar”.

Untuk jodoh, saya percaya bahkan Alloh lebih tahu seperti apa kriteria jodoh yang paling tepat untuk kita. Hal-hal yang kadang sudah kita list, ternyata kadang bukan kriteria yang benar-benar tepat. Saya mengalaminya sendiri. Ummi Harestya, istri saya, lebih dari sekedar kriteria yang saya rapalkan dalam doa kepada Alloh. Alloh memberi saya orang yang jauh lebih baik dari apa yang saya minta. Alloh lebih mengenal saya, jauh daripada saya sendiri. Maka nikmat Tuhan manakah yang kita dustakan? Saya sendiri masih harus belajar banyak untuk lebih bersyukur.

Jodoh saya mana??? Haha, jangan tanya saya. Sebagai refleksi, mari kita bermuhasabah. Kemudian tadabburi ayat berikut: “Laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik, perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik (pula)” (QS AnNur; 26).

Alone. Waiting for someone i’ve neva known…

Bisa jadi jodoh belum datang, karena memang nama yang tertulis untuk kita ‘levelnya’ lebih tinggi dari keadaan kita sekarang? Alloh menunggu sampai saat kita dan pasangan sekufu? Kalau begitu, mari kita kejar gap itu. Mari menjadi lebih baik. Dan terus beprasangka baik pada Alloh.

sumber gambar: heycumelo.blogspot.com, pinrizal.wordpress.com, serendipity.blogdetik.com

[Abi]

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

21 Responses to Jodoh

  1. reedai313 says:

    Tulisan tentang jodoh kedua….
    jodoh dan cinta seperti puzzle..
    kadang pas kepasangnya..
    dan kadang engga’..

  2. Jodoh kedua?? Apa maksud Uda nih…
    *lirik mbak ani

  3. zhaomoli says:

    Bentar aku mau tanya,
    “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram bersamanya, dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda (kekuasananNya) bagi kaum yang berfikir”.

    maksud dari kata “istri2 dari jenismu sendiri” itu apa yah??
    thanks ^^

    • Wah, kami sendiri sebenarny juga bukan ahli tafsir hadist…tapi beberapa menyandingkan itu sebagai ayat dibolehkannya poligami…
      Kami sendiri tidak bermasalah dg poligami karena memang dibolehkan Alloh…ilmu manusia tdk pernah cukup mengerti apa yang Alloh (Maha) Tahu…
      Meskipun, insyaAlloh kami tidak ada keinginan utk berpoligami.,..karena sudah merasa cukup satu sama lain…^_^

  4. enak sekali pagi2 baca tentang ginian, semoga makin semangat dalam mencari jodoh… 🙂

    Ps: Penulisan (QS. Ar-Ruum:30), ga seperti biasanya saya jumpai seperti itu, jadi tadi saya sempet berfikir, kirain itu surat Ar Rum ayat 30, padahalkan ayat 21… 😀

  5. Nashir says:

    wah,,,,
    Hidup Milan

  6. Nurasmi says:

    Nompang coment..
    Tulisan yg bagus, diri ini jd mikir..
    Krn memang msh selalu berdo’a agar disegerakan ‘jodohnya’.. Hiks

  7. bundamahes says:

    mo nanya : bagaimana dengan suatu keadaan dimana istrinya sholihah banget sementara suaminya penganut 5M? Apakah good girl get good guy masih berlaku?

    • Entahlah Bunda…tapi kami yakin Alloh tahu yang terbaik…bahwa dia good menurut orang jg blm tentu menurut Alloh….bahwa dia bad saat ini jg blm tentu bad saat nanti….

      Alloh Yang Maha Tahu, bunda…

  8. Asop says:

    Nah, ayat 26 surat An-Nur itulah yang saya yakini dalam soal jodoh saya. :mrgreen:
    SAya yakin, meskipun jodoh udah ditentukan oleh Allah dan Allah tahu yang terbaik untuk saya, saya masih tetap harus berusaha untuk mencarinya. 🙂
    *tapi mencarinya bukan berarti melalui pacaran lho*

  9. apri.khittoh says:

    j.o.d.o.h kayakna ane perlu berguru ke nt nih wan… (terima saya sbg murid (ngarep.com)

  10. Bisa jadi jodoh belum datang, karena memang nama yang tertulis untuk kita ‘levelnya’ lebih tinggi dari keadaan kita sekarang? Alloh menunggu sampai saat kita dan pasangan sekufu? Kalau begitu, mari kita kejar gap itu. Mari menjadi lebih baik.

    really really like this!!!

  11. willykk says:

    paling pusing klo masalah yg 1 ini.. krn paling susah tuk mendapatkannya 😥

  12. Setelah baca artikel awak… saya semakin faham isu nie.
    .. terima kasih… harap pembaca lain bookmark blog
    nie…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s