Patut Dapat Diduga Ada Maling Semalam

Maling!!! Maling!!! Copet!!! Copet!!!
Teriakan itu tentu adalah sebuah mantra ampuh semacam Avada Kedavra, Crucio, atau Imperio dalam film Harry Potter. Ketiganya merupakan Unforgivable Curses (Kutukan Tak Termaafkan). Di negeri ini, saya menganggap bahwa teriakan “Maling” dan “Copet” merupakan mantra mematikan. Efek yang ditimbulkan bisa sangat mengerikan. Mantra itu dapat menggerakkan kerumunan massa untuk menjadi liar, beringas mengejar, menonjok tanpa ampun, menyiram bensin, membakar hidup-hidup, dan seterusnya. Benar-benar akan membuat orang yang terkena teriakan mantra itu menjadi bulan-bulanan massa. Bahkan, ketika belum tentu juga bahwa yang terkena teriakan mantra itu benar-benar bersalah. Dahsyat!

Maling dan copet sedikit mempunyai syarat dan ketentuan berlaku. Lazimnya, mantra “maling” efektif digunakan di malam hari. Sebaliknya, mantra “copet” lebih efektif di siang hari. Meskipun syarat itu tidaklah mutlak.

Tulisan ini terlahir karena tidak nyenyaknya saya tidur malam hari tadi. Yang berakibat pagi ini juga telat sekian detik waktu datang ke kantor. Semalam pulang kerja, saya langsung mengajar di kampus, dan baru pulang ke rumah ketika istri—yang pastinya juga sangat capek—sudah terlelap. Sekitar pukul 1 malam, istri membangunkan saya karena merasa mendengar suara-suara aneh. Semacam kaca digores dan pintu rumah yang dibuka. Spontan syaraf-syaraf saya menegang dan siaga. Menajamkan pendengaran. Tetap dengan mata terpejam, karena konon orang yang buta pendengarannya lebih tajam. (Ngeles, bilang aja ngantuk!)

Memang saya mendengar beberapa suara agak gaduh, tapi bersamaan dengan itu terdengar suara kucing di atas langit-langit rumah. Kucing? Atau jangan-jangan, ada orang yang berpura-pura mengeluarkan suara kucing??!
Mendadak mata yang terpejam melotot dengan penuh ketegangan. Kali ini saya serius. Mencoba bangkit. Mendekati jendela kamar, melihat sekitar. Memang masih terdengar berisik, tapi arahnya bukan dari rumah kontrakan kami ini. Ataupun pintu depat rumah ini. Tetapi dari rumah sebelah. Dengan tetap siaga, kembali membaringkan tubuh. Istri menyesali karena tidak mempunyai nomor HP tetangga kamar sebelah di rumah ini, karena kamar-kamar mereka benar-benar sunyi tanpa reaksi.

Setelah meyakinkan suara kucing di atap benar-benar kucing, kami mencoba kembali terlelap. Meskipun setting-an tidur saya diganti menjadi siaga 1. Pukul 1.30, terdengarlah teriakan itu:
“Toloooonggg!….toooolongg!!!”
Spontan saya langsung bangkit keluar kamar, menutup pintu dan berharap istri aman di dalam. Keluar rumah. Berlari ke jalan.
Memang ada beberapa Bapak-bapak keluar rumah. Sepertinya dalam situasi yang sama seperti saya. Mendengar suara, tetapi tidak tahu ada apa. Bahasa tubuh kami pun sama, celingak-celinguk, sambil termangu di tengah jalan.
Sampai ketika beberapa orang berkumpul, ternyata ditanyapun tidak ada yang tahu ada apa sebenarnya. Bahkan banyak yang tidak mendengar teriakan itu. Kalaupun ada maling (dan memang patut diduga)…mungkin ini hari baiknya.

Patut Diduga Ada Dia Semalam

Sayang sekali orang yang melihat atau korban, mungkin belum membaca blog ini. Jadi masih menggunakan mantra penggerak massa yang sifatnya lemah. Yaitu “tolong…!” Bangsa ini sudah banyak yang lupa arti kata tersebut. Terlebih di ibukota ini.
Coba dia teriak mantra yang efektif di malam hari, “Maliiiiiiinnnnnnnngg….!!!” Efeknya pasti insyaAlloh ruaaarrr binasa…

Kembalilah saya ke kamar menghampiri bidadari yang meringkuk cemas. Pelukan kedamaian insyaAlloh mengantar kami sampai pagi setelah malam yang aneh ini.

Sempat terpikir juga, semalam memang adik saya yang sedang menuntut ilmu nun jauh sana, mengabarkan bahwa sedang terjadi pencurian di asramanya. Ini akan jadi cerita di lain kesempatan.

Memang, kebetulan dan firasat kadang sulit dibedakan. Alloh-lah sebaik-baiknya pelindung kita semua.

 ” Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” Al-Falaq
[Abi]
Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Patut Dapat Diduga Ada Maling Semalam

  1. goldotcom says:

    bahaya juga kalo maingnya pake senjata rahasia abi iwan,
    senjata “maling-maling bambu”

  2. Asop says:

    Waaaaah ternyata… 😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s