Punk Muslim dan Saya

Punk Muslim! Dua perpaduan kata yang menurut saya cukup kontras. Punk mempunyai ideologi sendiri. Begitu juga muslim. Dan dipandang secara jernih masing-masing, tidak akan pernah nyambung.
Namun, saya teringat pengalaman pada September 2009 lalu. Ketika saya masih akhwat single (ehem..)
Waktu itu saya bertekad melakukan satu hal nekat (Fyi: saya pemalu aslinya mua ha ha.. make ketawa nya mister blek).

Bermula dari satu Foto profile KEREN yang saya lihat muncul di beranda fesbuk, wwwuuiiihhh… ituh kaya pernah lihat,, di Sabili.. (cover seorang anak PUNK lagi pegang Al Qur’an..red.) sedang tilawah! Dulu waktu lihat cover Sabili, saya merinding.. Subhanalloh..
Maha Suci Alloh ya, memberikan kemudahan setiap hamba untuk mendekat. Bagaimanapun caranya..

Saya dulu sempat berpikir bahwa ntu cover Sabili mungkin cuma pake orang bayaran buat menguatkan isi cerita. Tetapi klo kaya gitu mah bukan Sabili banget.. Saya langganan Sabili udah 10 tahunan…dan kenal lah type majalah itu.. Saya jadi penasaran, tu anak-anak PUNK yang ngaji mainnya di mana ya??

Saya dengan nekatnya berkomentar pada wall seseorang yang belum saya kenal ><>
Akhirnya bisa kenalan sama seorang mbak baik hati yang mau saya repotkan dengan chatting, tanya macem macem, rebet-rebet janjian. Waah, ternyata mereka mau manggung di Chic, deket kantor tuh,,, ini sih judulnya jodoh.. yap, setengah 6 Graha Indosat, ga pake telat.. (aseli nekat).

Saya juga kaget, kenapa jadi se-spontan ini. Entahlah, saya ingin sekali ketemu dengan teman teman itu. Ingin berteman–ahh terlalu cepat– mengenal dulu laah.. Jam 17.00 kantor udah kosong. Dengan semangat berkobar kobar (haaaayyyyyaaahh..) ke alfama*t dulu, beli eskrim 2 kotak buat ta’jil bareng.

Naik bajaj..!! drep drep drep.. dddddeeeerrrrtttt.. (bajaj gituh, harmony nya berantakan sangat,, ga kaya kereta).

Singkat cerita, ketemu sama Mbak Baik Hati di Ari*n Mall.. kopdaran mah suka gitu, lucu ajah selisih jalan terus.
Sampai di sana bertemu mereka, hhmmhh,, saya melting.. entahlah mereka KEREN..
____________________________ bingung komentar apa.

Cuma sebentar di sana, ga sempat lihat mereka main sih… tapi sempat berinteraksi, berkenalan, kenalan sama yang ada di foto ituh, rambutnya udah turun (ga jigrak lagi), mereka .. mungkin seusia adik saya, masih muda, menghentak, punya jalan pikir sendiri, energik, bahagia…

kebersamaan, hangat…

Wuah, sungguh sore kemarin, walau sebentar, bila saya memandang dari nurulsentris (nama saya: Nurul, ed.) amat berharga. saya tengah merasa punya sentral yang lain untuk saya sinari, yang jadi fokus saya. Kerdil sekali ternyata hidup saya selama ini…
Melihat mereka saya sadar bahwa kampus itu adalah kata yang amat mewah, terlebih kampus saya. Bersama mereka, saya tak mendengar percakapan yang membuat tiap orang merasa jengah, inferior, berpusing kepala, atau merasa tak pandai. Di sana saya tak mendengar gerak gerik setimpal angkuh, seperti mendongakkan dagu, pandangan seolah tak melihat, sok pintar, alis terangkat, sok cerdas…

tertawa, salam hangat, duduk bersisian, hei kau dan aku sama lho..!

Anti kemapanan. Mapan bila bermakna kemunafikan. Mapan bila bermakna borjuis dengan mengisap barang laknat bernama narkoba. Mapan bila kau tak berpikir tentang berbagi pada sesamamu.
Mereka masih merokok, saya hirup beberapa kali asapnya secara tak sengaja, tapi senang saya menutupi asap rokok itu,, haaah..
Semua makanan ta’jil yang dibawa habis, termasuk es krim saya (duuh seneng banget!)
Mereka memilih hidup begitu, dengan beberapa orang masih bertato permanen, dengan masih merokok, tapi… mereka jujur pada jalan hidup yang mereka pilih. Dan yang terpenting, mereka mau belajar. Perlahan tetapi pasti. Jelas karena mau menamai gerak mereka dengan filosofi menarik, “PUNK MUSLIM”.

Tertempa hidup yang “tidak lembut”

*
Islam, indah ya… dapat dimaknai siapa saja dengan haru biru,, perlahan saja…

Semoga Alloh menuntun kita semua dalam jalan menujuNya…
Semoga Alloh menjaga kita semua dalam keberkahan iman…
Semoga tiap cinta yang kita berikan ke Alloh jujur, murni tanpa embel embel duniawi…

sumber gambar: rahmat-blackazzew.blogspot.com, orangdalem.wordpress.com, nurul-mardiyah.blogspot.com

[ummi]

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Punk Muslim dan Saya

  1. bundamahes says:

    tulisannya bagus Rul!
    yang istiqomah ya (ngeblognya) 😀

  2. Asop says:

    Kalau rambut di-gel dan dibentuk tajam2 begitu… wudhu-nya gimana ya… :mrgreen:

  3. mba ika : ini tulisan lama mbak.. waktu umur masih 20.. wkwk

  4. musafir rimba kota says:

    cihui,, saya kenal mereka,,

    bang asop, klo mau sholat ya mereka lepas atribut semua,, style sih udah biasa aja, wlwpn sbagian msh ada yg pake clana robek2, tp pd bw sarung di tas pinggangny.. ckckck,, ya smg saja bs lbih baik n baik lg dlm adab brpakaian mreka.

  5. rendie setyo says:

    orang yang benar bukan orang yang tidak pernah salah,,tapi orang yg berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yg sama…..

  6. bagus kalo gitu islam punk

  7. Erik Surya says:

    jangan di pandang sebelah mata kalaw blum tau solidaritasnya tentang dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s