Sajak Dua Cangkir Kopi

Secangkir Kopi

Cangkir kopi yang beradu punya iramanya

Terdengar oleh telinga yang lama tak mendengar suara

Ia berimaji seolah getrukan nya adalah sebuah lagu dalam pentas panggung

Busanya menghilang satu-satu

Terlihat oleh mata yang lama tak melihat ada gelembung warna
Selamanya hitam, biar saja…

Tapi kali ini gelembungnya serupa jingga entah dari mana

Kopi selalu punya chemistry antara arah dan jalur dua hati

Berjarak tapi dekat

Dekat namun tak terkira jauhnya

Dan kopi selalu punya akhir tak bahagia

Hilang saripati, lalu larut dalam pusaran…

[Ummi 2010]

Ada catatan tambahan dari Abi

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | 63 Comments

Atik Pengen Jadi Akuntan

When I was just a little girl
I asked my mother what will I be
Will I be pretty, will I be rich
Here’s what she said to me

*Que sera, sera
Whatever will be, will be
The future’s not ours to see
Que sera, sera
What will be, will be

When I grew up and fell in love
I asked my sweetheart what lies ahead
Will we have rainbows day after day
Here’s what my sweetheart said

Now I have children of my own
They asked their mother what will I be
Will I be handsome, will I be rich
I tell them tenderly

Ketika kecil mungkin kita pernah ditanya oleh banyak orang, nanti kalo besar nanti pengen jadi apa? Banyak orang langsung menjawab, “Dokter”. Termasuk yang Abi jawab waktu itu, karena terinspirasi Pakdhe yang jadi dokter. Atau jawaban lain biasanya adalah Presiden, Pilot, Polisi, Insinyur, Arsitek, atau Guru.

Pernahkan ada yang menyatakan pengen jadi akuntan? Ada. Siapakah Dia?

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | 24 Comments

happy milad, darl..

Tiap hariku ialah mengeja cinta
mengejawantahkan rahmat, yang terpagut dalam tiap helai senyum mu..

happy milad sayang..  (17 mei 2011)

semoga cinta sederhana selalu berhasil mencukupi jiwa-jiwa kita..

-ummi&dedek-

Posted in Uncategorized | 5 Comments

Kerja di Toko Sepatu Ya, Mas…?

Sabtu pagi itu, Abi sama Ummi punya agenda untuk bertemu dengan beberapa teman, di daerah sekitar Bintaro. Ba’da dhuhur acara selesai, dan kami bersepakat untuk ngadem ke mall, dalam hal ini adalah BP, singkatan dari Bambang Pamungkas, Bintaro Plaza.

Bintaro Plaza

Tujuan utama adalah makan. Jadi begitu sampai tanpa basa-basi kami langsung mencari foodcourt. Sekali-kali boleh-lah makan di mall, untuk menyelingi makanan-makanan “biasa” yang terbiasa dicerna usus halus kami. mari lanjut bercerita

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | 63 Comments

Mihrab Maryam

Menyusuri mihrab Maryam, tertegun didalamnya…

tentang warna putih pudar yang mendominasi

tentang aroma kamar gadis yang baru menapak usia

Kudapati mihrabnya bagai susun susun tak bercelah, rapat rapat menjaga kesucian

Hingga Jibril datang membawa berita, ia tak pernah dimasuki siapa yang tak dikehendaki

Dalam mihrab Maryam banyak berdoa, tentang apa?

Posted in Uncategorized | 21 Comments

Siapa Pahlawan, Siapa Pecundang?

Pahlawan vs Pecundang

Barangkali, kalau Sultan Hadiwijaya berhasil menumpas Panembahan Senopati yang dianggap mbalelo, Mataram Islam tak akan pernah berdiri. Tidak akan ada Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta seperti yang kita saksikan sekarang. Lebih jauh dari itu, Panembahan Senopati akan tercatat sebagai seorang penghianat. Seorang pemberontak. Alih-alih sebagai raja pertama Mataram Islam yang bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah.

Barangkali, kalau Jenderal George Washington tidak berhasil dalam memimpin kaum revolusioner melawan tentara Inggris pada 19 April 1775, tidak akan pernah ada yang namanya kota Washington D.C., berikut negara yang memproklamirkan diri sebagai Polisi Dunia itu. Lebih jauh dari itu, Inggris akan mengumumkan ke dunia bahwa pada masa lalu pernah ada seorang pecundang kecil bernama George di salah satu wilayah kolonialnya. Hanya itu. mana pahlawan? mana pecundang?

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 47 Comments

Tentang Perjuangan Hidup

Ada seorang perempuan yang Ummi kenal sangat dekat, perempuan yang mengajarkan tentang “perkelahian”. Tentang “perjuangan”. Konotasi maupun denotasi.

Sejak usia 1 tahun, setiap siang Ummi tinggal di rumah dengan “Mbak” yang ngurus rumah. Atau kalau si Mbak lagi mudik saya “dititipkan” di rumah tante atau bahkan tetangga. Kala dititipkan itu, Ummi sering sekali rindu dengan rumah, sampai menangis saat ditelepon. Berharap sore ini Ummi dijemput. Tapi seminggu kemudian, pada hari Jumat, barulah Ummi dibawa pulang.
.
Ketika TK, karena Ibu masih bekerja, tak jarang ketika pulang sekolah Ummi sendirian. Teman lain dijemput dan Ummi malas menunggu si Mbak menjemput. Lama.
Untuk pulang Ummi harus melewati dua jalan raya dan dua komplek. Terkadang Ummi dijahili teman. Kadang dijorokin dari perosotan, dikejar-kejar…dan reaksi Ummi?
SAYA BALAS SEMAMPU SAYA!
Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | 26 Comments