<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Langit Biru Harestya</title>
	<atom:link href="http://harestya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harestya.wordpress.com</link>
	<description>Tempat kami membaur warna, melukis pelangi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Feb 2012 06:21:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='harestya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/1656391acfd1aa2c95df697b57708f3d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Langit Biru Harestya</title>
		<link>http://harestya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://harestya.wordpress.com/osd.xml" title="Langit Biru Harestya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://harestya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>LAZIO</title>
		<link>http://harestya.wordpress.com/2011/10/25/lazio/</link>
		<comments>http://harestya.wordpress.com/2011/10/25/lazio/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 03:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harestyafamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[A.S. Roma]]></category>
		<category><![CDATA[Derby Della Capitale]]></category>
		<category><![CDATA[Elang]]></category>
		<category><![CDATA[Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Lazio]]></category>
		<category><![CDATA[Olimpico]]></category>
		<category><![CDATA[Roma]]></category>
		<category><![CDATA[S.S. Lazio]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<category><![CDATA[Serigala]]></category>
		<category><![CDATA[Totti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harestya.wordpress.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Elang&#8230; biru langit&#8230; Apa yang terpikir olehmu? Abstrak yah? Setidaknya itu juga yang saya  rasakan awalnya. Suatu ketika ada heboh-heboh di satu sudut ruang kelas__Ummi dan Abi pernah sekelas sebelum menikah__beberapa mahasiswa cowok ribut-ribut saling menghina klub bola, dan subyeknya &#8230; <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/10/25/lazio/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=384&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Elang&#8230; biru langit&#8230; Apa yang terpikir olehmu? Abstrak yah? Setidaknya itu juga yang saya  rasakan awalnya. Suatu ketika ada heboh-heboh di satu sudut ruang kelas__Ummi dan Abi pernah sekelas sebelum menikah__beberapa mahasiswa cowok ribut-ribut saling menghina klub bola, dan subyeknya adalah Lazio, klub bola favorit salah satu teman itu (baca: Abi, red.). Itulah awal mula saya ‘ngeh’ sama Lazio.</p>
<div id="attachment_386" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/lazio.jpg"><img class="size-full wp-image-386 " title="Lazio" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/lazio.jpg?w=640" alt="Lazio"   /></a><p class="wp-caption-text">Lazio</p></div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/S.S._Lazio">Lazio</a> adalah salah satu klub sepakbola di Italia. Entah mengapa Abi bisa suka dengan klub itu. Rata-rata orang akan mengidolakan Barca, Madrid, MU, Liverpool, Chelsea, Milan, Inter, Juve dan klub besar lain. Tapi orang yang satu ini beda. Abi suka Lazio yang mempunyai simbol Elang dan seragam Biru Langit. Itulah salah satu indikasi bahwa dia istimewa di mata Ummi.</p>
<p>Pagi bisa jadi tidak semeriah biasanya__bahkan suram__ bila dini hari tadi ada klub yang mengandaskan terbang Sang Elang. Apalagi kalau yang terjadi adalah duel Serigala dan Elang, <em>Derby Della Capitale</em>, atau Roma versus Lazio. Maka Abi akan begitu serius terhadap masalah yang satu ini. Dan kadang Ummi bakal terkena imbas perubahan mood Abi kalau hasil pertandingan tidak sesuai dengan harapannya.</p>
<p>Ada masalah? <span id="more-384"></span>Sebenernya sih nggak&#8230;tapi sejak lama saya menyukai A.S. Roma, dengan simbol Serigala. Terakhir kali saya rutin memantau pertandingan bahkan sampai Sang Serigala jadi juara sejati di Italia, Scudetto tahun 2000-2001. Yang jelas, saya mengidolakan sang kapten yang punya julukan Pangeran Roma. Alasan? Klasik: ganteng. Hhee&#8230; Namun selain itu, saat itu Roma memang kekuatan full dengan keahlian mumpuni plus tenaga tambahan dari Batistuta. Maka tak ada alasan untuk tidak mendukung Serigala kan? ^_^</p>
<div id="attachment_387" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/totti-2.jpg"><img class="size-full wp-image-387 " title="Il Capitano" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/totti-2.jpg?w=640" alt="Il Capitano"   /></a><p class="wp-caption-text">Il Capitano</p></div>
<p>Saya jadi merasa warna biru langit itu ‘sesuatu banget’. Seenggaknya terasa banget waktu kehamilan 8 bulan kemarin, Si Abi lagi sering dapat tugas ke luar kota. Derby Roma yang akan mempertemukan Elang dan Serigala. Saya jadi benar-benar merasakan kehilangan yang perfect banget&#8230; Biasanya si Abi ada di pinggir ranjang, nonton aksi si elang sambil beberapa kali teriakan dan hentakannya mengagetkan saya yang ternyenyak. Seperti waktu derby pertama yang kami saksikan (setelah menikah) pada <a href="http://bola.vivanews.com/news/read/209232-totti-dua-gol--roma-tekuk-lazio">13 Maret 2011</a>. Kala itu Totti Sang Pangeran berhasil menjebol gawang Lazio dua kali sekaligus membawa Roma meraih kemenangan. Kegembiraan saya sebagai tifosi Roma bercampur aneh dengan kesedihan yang terpancar dari wajah Pangeran sejati saya.</p>
<div id="attachment_388" class="wp-caption aligncenter" style="width: 400px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/eagle-vs-wolf-ub.jpg"><img class="size-full wp-image-388" title="Derby Della Capitale" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/eagle-vs-wolf-ub.jpg?w=640" alt="Derby Della Capitale"   /></a><p class="wp-caption-text">Derby Della Capitale</p></div>
<p><a href="http://bola.liputan6.com/read/358332/lazio-menangi-derby-della-capitale">17 Oktober 2011</a> dini hari kemarin Abi masih di luar kota. Kali ini saya sendiri&#8230; Akhirnya kami sepakat <em>nobar</em> dengan cara saling menelepon sepanjang pertandingan.<br />
Pertandingannya? Si Elang kandas lebih dulu! Saya? Sebenernya seneng, sebagai Romanisti. Tetapi teriakan gembira saya di gol Osvaldo malam itu ditanggapi dingin oleh Abi di seberang suara telepon sana&#8230;Ternyata skor akhir memang milik Lazio. 2-1. Sebuah dilema bagi saya apakah hendak gembira atau sedih.</p>
<p>Setidaknya saya menghargai banyak filosofi abi tentang si Elang. Suatu sore di atas roda dua kami, Abi sempat berujar, ia belajar banyak dari kesetiannya pada Lazio. Tentang kesederhanaan, tentang menghadapi kekalahan, tentang menghadapi hinaan. Hmm.. saya jadi teringat semua pribadinya, awal saya memutuskan jadi bagian hidupnya.. rasanya saya mau terimakasih sangat sama Si Elang&#8230; ^____^</p>
<p><em>Note : saya memutuskan untuk tetap jadi Romanisti. Piss ya sayang&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sumber gambar: wartakota.co.id, habs.theoffside.com, jawaban.com.</em></p>
<p style="text-align:right;">[Ummi]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harestya.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harestya.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harestya.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harestya.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harestya.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harestya.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harestya.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harestya.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harestya.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harestya.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harestya.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harestya.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harestya.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harestya.wordpress.com/384/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=384&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harestya.wordpress.com/2011/10/25/lazio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ce202996ee9bea83dd36a00a6612c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harestyafamily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/lazio.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lazio</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/totti-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Il Capitano</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/eagle-vs-wolf-ub.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Derby Della Capitale</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>S.E.</title>
		<link>http://harestya.wordpress.com/2011/10/04/s-e/</link>
		<comments>http://harestya.wordpress.com/2011/10/04/s-e/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 05:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harestyafamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[menyusun skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[pedoman skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[sidang skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Skripsi]]></category>
		<category><![CDATA[tips trik skripsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harestya.wordpress.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, saya lulus! Ramadhan tahun ini begitu banyak nikmat yang kami dapat. Tidak sempurna memang. Tapi sebenarnya sudah terlalu banyak mengingat syukur yang kami panjatkan padanya begitu minim. (&#8230;^istighfar^&#8230;) Abi sudah punya Ummi, pun punya dedek yang semakin gencar menunjukkan &#8230; <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/10/04/s-e/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=373&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, saya lulus!</p>
<p>Ramadhan tahun ini begitu banyak nikmat yang kami dapat. Tidak sempurna memang. Tapi sebenarnya sudah terlalu banyak mengingat syukur yang kami panjatkan padanya begitu minim. (&#8230;^istighfar^&#8230;)</p>
<p>Abi sudah punya Ummi, pun punya dedek yang semakin gencar menunjukkan eksistensinya. Sungguh kebersamaan bersama orang-orang terdekat ini merupakan nikmat tiada tara.</p>
<p>Satu lagi, bahwa Abi baru saja menyelesaikan Sarjana Ekonomi dan resmi diwisuda 17 September 2011 di Balairung kampus tercinta. Meskipun sudah terhitung tua untuk mengejar sarjana, alhamdulillah masih ada semangat untuk itu. Setelah sebelumnya begitu <em>hetic</em> dengan skripsi, dengan izin Alloh, dan bantuan banyak orang, kelar sudah. <em>Honourable Mention</em> tentu saja untuk istri tercinta, yang sudah bersedia mengeroyok skripsi Abi, dan sejenak mengesampingkan skripsinya sendiri.</p>
<p>Perjuangan kelulusan Abi kali ini sangat tidak mudah. Abi bahkan sempat mengalami (nyaris) sangat tertekan terkait skripsi. Tidak tidur sama sekali selama sekian hari. Hanya tidur sekian jam selama berhari-hari. (yang pernah skripsi pasti mengerti). Tidur hanya, mandi cuma, minum hanya, makan cuma&#8230;, (Nah untuk yang ini PJ-nya Ummi, suka disuapin ^_^).</p>
<p>Ah, yang pasti saya sudah lega semua telah berlalu. Mungkin di sini Abi ingin sedikit berbagi tips mengerjakan skripsi dari pengalaman yang didapat, semoga bisa berguna bagi yang membutuhkan:<span id="more-373"></span></p>
<p>1.Pastikan memilih tema yang disukai, tidak harus yang dikuasai, tetapi yang disukai terlebih dahulu. Karena kalau sudah suka, insya Alloh akan menikmati, atau berusaha belajar. Jadi skripsi bukan akan menjadi beban, melainkan pembelajaran yang menyenangkan.</p>
<p>2. Tema yang disukai harus diselaraskan dengan ketersediaan data. Kadang kita berminat terhadap suatu tema, tetapi data gak tahu mau cari di mana, atau susah didapat, atau bahkan gak mungkin didapat, ya berarti tema itu tidak realistis diambil.</p>
<p>3. Saat membuat proposal, usahakan untuk membuat proposal minimal sampai Bab 3 (yang dipersingkat). Mengapa? Karena dengan sampai Bab 3, kita udah melihat metodologi penelitian secara lebih rinci, sehingga bisa menimbang-nimbang apakah datanya memungkinkan atau tidak. Ini juga terkait tips nomor 2 di atas.</p>
<p>4. Jenis umum skripsi ada dua macam: kuantitatif atau kualitatif. Untuk memilih jenis skripsi kuantitatif, kita harus dibekali ilmu statistik yang sangat memadai,__minimal punya teman yang mempunyai kemampuan itu untuk kita repotkan dengan berbagai pertanyaan kita__. Jika keadaan itu tidak ada, maka sebaiknya jangan mengambil jenis kuantitatif, pilihlah skripsi kualitatif, yang lebih banyak berkata-kata, sedangkan angka-angka hanya sebagai pendukung kata-kata itu, bukan bertopang pada angka statistik seperti halnya skripsi kuantitatif. (Notes: penulis mengambil kuantitatif dan sempat mati-matian dengan statistik dan <em>software</em>nya, meski akhirnya malah semakin menguasai statistiknya)</p>
<div id="attachment_378" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/284026_10150258785728840_677123839_7489696_7646349_n.jpg"><img class="size-full wp-image-378 " title="284026_10150258785728840_677123839_7489696_7646349_n" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/284026_10150258785728840_677123839_7489696_7646349_n.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Sesaat sebelum sidang bersama cinta^_^</p></div>
<p>5. Pahami karakter dosbing, dan kita harus menyesuaikan. Jangan terlalu berharap dosbing akan mengerti keadaan kita, karena memang sepertiga energi perjuangan skripsi itu tersedot untuk &#8216;pengejaran&#8217; terhadap dosen pembimbing (dua pertiga lainnya adalah materi skripsi dan sidang). Sopan dan hormat terhadap dosen, tetapi jangan menjilat.</p>
<p>6. Ketika mencari literatur ataupun data di internet, fokus. Jangan sambil membuka <em>facebook</em> atau <em>twitter</em> karena kemungkinan besar malah akan lebih banyak sambilannya tersebut (hayoo ngaku..).</p>
<p>7. Manajemen waktu. Jangan menantang <em>deadline</em>. Udah tahu deadline=garis mati. Kalau deket-deket berarti menantang maut. Mending kerjain lebih awal, lebih santai kayak di pantai, lebih slow kayak di pulow.</p>
<p>8. Kalau lagi <em>stuck</em> berkata-kata, istirahat sebentar, kemudian tulis lagi. Jangan kalah sama syetan malas yang kadang menjelma menjadi alasan rasional seperti: <em>stuck</em>, gak mood, gak ada inspirasi, refreshing dulu, dkk. Seburuk apapun susunan kata kita yang penting ada dulu, nanti dosbing juga akan membantu mengoreksi.</p>
<p>9. Jaga kondisi jangan sampai sakit. Entah gimana caranya kita sendiri yang lebih tahu masing-masing. Percayalah, jika sakit, banyak hal yang akan tertunda, jadi malah tidak efektif ataupun efisien.</p>
<p>10. Sayangi laptop atau komputer Anda. Berikan haknya untuk istirahat. Skripsi saya menghabiskan sebuah laptop yang almarhum saat sidang skripsi. Bahkan sudah tidak mampu lagi mengerjakan revisi setelah sidang. Terima kasih laptopku, jasamu akan kukenang selalu&#8230;</p>
<p>11. Sidang skripsi. Merupakan dua atau tiga jam yang selalu terkenang bagi seorang sarjana. Kuncinya sederhana: pahami skripsi kita sebaik-baiknya, dan yakinlah seahli apapun dosen penguji, tetaplah kita yang lebih menguasai skripsi yang kita buat. Dan ingat, mereka bukanlah musuh, melainkan orang-orang yang akan membuat produk skripsi kita menjadi semakin sempurna, posisikan sebagai sahabat yang sedang memberikan kritikan positif (dengan cara mereka sendiri)==&gt;tahu kan maksudnya? ^_^.</p>
<p>12. Hal terpenting, hubungi orang-orang tercinta, orang tua, keluarga, sahabat, teman dan selalu meminta agar skripsi dan sidang diberikan kemudahan oleh Alloh SWT. Kita tidak akan pernah tahu dari mulut siapa doa kita terkabul.</p>
<p>13. Menikahlah, kita akan mendapat teman sejati yang sebenar-benarnya dalam mengerjakan skripsi. ^_^</p>
<p>Demikian pengalaman yang dapat Abi <em>share</em> ke semua Sahabat Harestya. Sebagai tambahan informasi, Abi sempat merasa skripsi sangat susah sekali, karena justru dosen pembimbing terlihat menghambat dan &#8216;mempermainkan&#8217; meskipun dengan alasan yang rasional. Sehingga baru pada <em>last minute</em> dinyatakan lulus, bahkan setelah sidang masih revisi yang sifatnya substansi, nge-run data lagi. Ternyata, memang dosbing ingin memoles skripsi dengan se-<em>perfect</em> mungkin, meskipun sempat membuat Abi panas dingin kembang kempis. Alhamdulillah dapat nilai yang memuaskan bahkan dosbing meminta izin mengajukan skripsi itu untuk konferensi ekonomi nasional. Horray!</p>
<div id="attachment_377" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/296348_2436571602451_1496563064_2764410_2034954581_n.jpg"><img class="size-full wp-image-377" title="296348_2436571602451_1496563064_2764410_2034954581_n" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/296348_2436571602451_1496563064_2764410_2034954581_n.jpg?w=640&#038;h=480" alt="It's a happy ending" width="640" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">It&#039;s a happy ending</p></div>
<p style="text-align:right;">[Abi]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harestya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harestya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harestya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harestya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harestya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harestya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harestya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harestya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harestya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harestya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harestya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harestya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harestya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harestya.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=373&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harestya.wordpress.com/2011/10/04/s-e/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ce202996ee9bea83dd36a00a6612c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harestyafamily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/284026_10150258785728840_677123839_7489696_7646349_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">284026_10150258785728840_677123839_7489696_7646349_n</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/10/296348_2436571602451_1496563064_2764410_2034954581_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">296348_2436571602451_1496563064_2764410_2034954581_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Juni Padat Merayap Nyaris Tersendat</title>
		<link>http://harestya.wordpress.com/2011/07/05/juni-padat-merayap-nyaris-tersendat/</link>
		<comments>http://harestya.wordpress.com/2011/07/05/juni-padat-merayap-nyaris-tersendat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 02:17:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harestyafamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harestya.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah kembali ke dunia maya. Dunia di mana kita bisa bermimpi, berbagi, dan tersenyum nyata. Sebelumnya, kami mohon maaf telah lama menghilang. Benar-benar rumah ini kami tinggal pergi tanpa sempat pamit pada tetangga-tetangga. Apalagi berkunjung atau mengintip hidangan yang disajikan &#8230; <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/07/05/juni-padat-merayap-nyaris-tersendat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=364&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah kembali ke dunia maya. Dunia di mana kita bisa bermimpi, berbagi, dan tersenyum nyata. Sebelumnya, kami mohon maaf telah lama menghilang. Benar-benar rumah ini kami tinggal pergi tanpa sempat pamit pada tetangga-tetangga. Apalagi berkunjung atau mengintip hidangan yang disajikan tetangga, benar-benar sedang tidak sempat. (sok sibuk ceritanya..)_</p>
<p>Apa pasal? (ini bahasa apa ya..?)<br />
Pasalnya adalah, bulan Juni ini kami, Abi dan Ummi, benar-benar sedang disibukkan dengan penyusunan skripsi. Waktunya sangat mepet__bulan-bulan sebelum mepet telah hilang, berganti dengan bulan-bulan yang mendekati deadline__.  Biasa, the power of kepepet. Yang ada hanya penyesalan mengapa tidak dicicil. Jadi Juni ini benar-benar padat merayap, bahkan nyaris tersendat, karena mengumpulkan skripsi pada hari terakhir.</p>
<div id="attachment_365" class="wp-caption aligncenter" style="width: 140px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/07/1lembur.gif"><img class="size-full wp-image-365 " title="1lembur" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/07/1lembur.gif?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Lembur Siang Malam</p></div>
<p>Alhasil, pada deadline 1 Juli 2011, Abi baru mengumpulkan skripsinya. Entah seperti apa, yang penting ngumpul dulu, Abi sudah berusaha sampai gak tidur dua hari dan tidur kurang dari 3 jam/ hari selama seminggu (itu ceritaku, apa ceritamu?). Untung saja dibantu oleh dosen pembimbing yang sangat baik hati. Semoga saja pada sidang tidak dibantai&#8230;(mohon doa tetangga semua..)</p>
<p>Ummi, mungkin punya skenarionya sendiri, dosen pembimbingnya tidak bisa dihubungi, karena sedang melahirkan. (Tentu saja bayinya jauh lebih menarik daripada skripsi mahasiswa bimbingannya). Apapun itu, nikmati saja. Dan bersyukur atas segala yang ada. Alhamdulillah Ummi malah bisa bantuin ngerjain skripsi Abi, sehingga skripsinya kita keroyok bertiga (sama dedek tentunya ^_^).</p>
<p>Begitulah #kilas kabar dari Keluarga Harestya. Teriring maaf sebesar-besarnya pada para tetangga. Mohon doa untuk sidang pertengahan bulan ini.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Keluarga Harestya.</p>
<p><em>Sumber gambar: profiles.friendster.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harestya.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harestya.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harestya.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harestya.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harestya.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harestya.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harestya.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harestya.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harestya.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harestya.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harestya.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harestya.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harestya.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harestya.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=364&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harestya.wordpress.com/2011/07/05/juni-padat-merayap-nyaris-tersendat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ce202996ee9bea83dd36a00a6612c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harestyafamily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/07/1lembur.gif" medium="image">
			<media:title type="html">1lembur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Negeri Pemakan Bangkai Itu Ada! (bag-2, selesai)</title>
		<link>http://harestya.wordpress.com/2011/06/08/negeri-pemakan-bangkai-itu-ada-bag-2-selesai/</link>
		<comments>http://harestya.wordpress.com/2011/06/08/negeri-pemakan-bangkai-itu-ada-bag-2-selesai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 06:04:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harestyafamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[al hujurat 12]]></category>
		<category><![CDATA[bangkai]]></category>
		<category><![CDATA[bangkai gajah]]></category>
		<category><![CDATA[dunia hanya bangkai]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<category><![CDATA[wisata hutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harestya.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[&#8212;cerita sebelumnya baca di sini&#8212; Peringatan penulis: jangan membaca artikel tersebut sebelum makan, saat tengah makan, ataupun sesaat setelah makan. Risiko mengabaikan peringatan ini ditanggung pembaca. ^_^ Perjalanan tetap kami lanjutkan. Kami menuju pusat kota. Jalan-jalan sudah sangat modern. Banyak &#8230; <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/06/08/negeri-pemakan-bangkai-itu-ada-bag-2-selesai/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=329&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8212;cerita sebelumnya baca di <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/06/07/negeri-pemakan-bangkai-itu-ada-bag-1-cont/">sini</a>&#8212;<br />
<strong>Peringatan penulis: jangan membaca artikel tersebut sebelum makan, saat tengah makan, ataupun sesaat setelah makan. Risiko mengabaikan peringatan ini ditanggung pembaca. ^_^</strong></p>
<p>Perjalanan tetap kami lanjutkan. Kami menuju pusat kota. Jalan-jalan sudah sangat modern. Banyak jalan layang. Gedung-gedung tinggi menghiasi. Cukup maju juga peradaban di sini. Dan semua terlihat telah disusun rapi. Sungguh tata kota yang indah. Tiba-tiba kami melihat ada seseorang yang sedang lari-lari dikejar banyak orang. Rupanya ada copet. Dan ketika kami lihat apa yang dia bawa&#8230;Dua ekor bangkai kucing! Pencopet itu memegang dua bangkai itu dengan kedua tangan. Sementara massa di belakangnya terlihat sangat beringas. Ya, Alloh, apa lagi ini?!</p>
<p>Muak melihat kota, kami mengurungkan niat berkeliling lebih jauh. Kami ingin ke desa saja. Tempat yang lebih sejuk. Dan semoga masyarakat masih humanis.</p>
<p>Tiba kami di sebuah kampung. Tidak ada hamparan sawah. Hanya hutan lebat yang masih asri. Dan rumah berada di sela-sela hutan tersebut. Kami berhenti di sebuah tempat yang sepertinya memang sebuah tempat singgah khusus untuk turis.</p>
<p>Burung damai sekali bernyanyi bersahutan. Dan dahan-dahan pohon di sini cukup subur. Lebat. Sehingga sinar mentari yang masih cukup pagi hanya sesekali dapat menerobos. Bagai kilat dari langit yang menerobos bumi. Lurus dan tanpa kompromi. <span id="more-329"></span></p>
<div id="attachment_338" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/cottage.jpg"><img class="size-full wp-image-338" title="cottage" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/cottage.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Rumah Singgah di Tepi Hutan</p></div>
<p>Sejenak beristirahat, kami dikejutkan dengan suasana gaduh di belakang rumah singgah ini. Spontan saya bangkit, diikuti istri saya, untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata ada perkelahian. Terlihat dua orang membawa semacam parang, namun tanpa pegangan kayu, saling berhadapan. Mereka berteriak keras dalam bahasa mereka. Mata mereka melotot. Marah. Penuh kebencian.</p>
<p>Untung saja banyak orang di sekitar yang berusaha melerai perkelahian ini. Banyak perempuan di sekitarnya yang menangis menyaksikan hal ini. Saya mencoba mendekati salah satu dari mereka, dan mencoba menanyakan apa yang terjadi.</p>
<p>Setelah dijelaskan, saya baru sadar, di dekat TKP keributan ini, juga terhampar seekor Gajah. Yang rupanya sudah mati. Gajah ini merupakan peliharaan orang tua yang baru saja meninggal. Karena empunya meninggal, gajah juga dibunuh. Nah, kedua orang yang bertikai itu adalah saudara kandung, anak dari orang yang meninggal tersebut. Mereka berebut bangkai gajah itu. Masing-masing tidak mau mengalah dan menuntut bagian bangkai yang lebih besar.</p>
<div id="attachment_339" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/gajah.jpg"><img class="size-full wp-image-339" title="gajah" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/gajah.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Rebutan Warisan Bangkai Gajah</p></div>
<p>Saya mengelus dada. Terlebih setelah tahu, untuk apa mereka berebut bangkai. Yaitu, untuk makan mereka dan anak-anak mereka! Dengan persediaan bangkai gajah itu, mereka akan mempunyai stok <del>bangkai</del> makanan untuk satu tahun ke depan! <em>Naudzu billahi min dzalik.</em></p>
<p>Merasa harus menengahi, saya memberanikan diri menarik perhatian warga yang sedang dalam suasana mencekam. Saya mengatakan, akan menunjukkan makanan yang jauh lebih enak dan sehat daripada bangkai. Semua mengerutkan kening. Di sini, bangkai adalah makanan paling enak yang dimakan turun menurun. Orang selalu bekerja keras agar bisa membeli bangkai. Anak-anak menuntut ilmu setinggi mungkin agar nantinya bisa mengumpulkan bangkai sebanyak mungkin untuk keluarganya. Apalagi kalau bangkai sudah disimpan lama, sehingga banyak belatung dan lalat. Dengan bau menyengat yang bisa tercium dalam radius ratusan meter. Itu merupakan bangkai paling mahal. Yang hanya bisa dinikmati beberapa golongan orang kaya di negeri ini.</p>
<p>Saya berbicara kepada istri, untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana memasak ayam bakar. Maka saya minta kepada warga disediakan ayam hidup. Meskipun heran, salah seorang warga berinisatif memberikan saya satu ayam betina hidup.</p>
<p>Kemudian saya minta ditunjukkan di mana dapur yang bisa dipakai. Setelah saya sembelih dengan lafadz Alloh, saya serahkan sepenuhnya kendali masak pada istri. Dalam dapur salah satu warga itulah, istri memasak masakan andalannya itu.</p>
<p>Warga yang jenuh menunggu mulai kasak-kusuk. Akhirnya istri selesai. Bau harum langsung tercium sampai luar. Begitu dihidangkan, warga mendekat antusias. Beberapa mencoba mencicipi. Kemudian tertegun seperti mencoba mencerna apa yang sedang dirasa lidahnya. Sejurus kemudian, senyumnya mengembang dan mengacungkan tinju ke udara dengan berteriak dalam bahasanya yang berarti &#8220;Lezaaat!&#8221;</p>
<p>Hal ini memicu lebih banyak warga yang mencoba. Beberapa ada yang langsung meludah dan memuntahkan yang dimakan. Tapi sedikit lebih banyak yang berekspresi senang. Mereka kemudian saling ribut berpendapat dan adu argumen. Entah tentang apa, tetapi kami rasa untuk memutuskan bagaimana rasa makanan ini.</p>
<p>Sampai kemudian ada yang berteriak marah dalam bahasa Inggris yang pas-pasan, &#8220;Aneh sekali kalian, makan daging yang belum jadi bangkai!&#8221;</p>
<p>Keadaan seketika kembali ribut. Beberapa orang yang tidak senang berhamburan ke arah kami. Saya panik. Beruntung, beberapa orang menahan orang yang marah tersebut untuk tidak memburu kami. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk segera menarik istri saya. Berlari menuju mobil. Tancap gas.</p>
<p>Sepanjang jalan kami <em>beristighfar</em>. Muka istri saya sudah pucat sekali. Dia menangis tanpa ekspresi. Saya pun demikian.</p>
<p>Setiba di hotel. Kami langsung sujud menghadapNya. Kami berpelukan erat. Menangis. Entah apa yang kami rasakan. Kami merasa terdampar di tempat aneh. Kelihatan indah. Padahal sebenarnya menyeramkan. Membuat muntah. Menjijikkan.</p>
<p>Kami berkemas. Segera memburu tiket tercepat untuk kembali ke kampung halaman&#8230;</p>
<p>SELESAI.</p>
<p>Notes: Cerita ini hanya fiksi, berdasarkan imajinasi. Namun, ada baiknya kita luangkan waktu membaca pesan tersirat cerita ini. Ternyata pemakan bangkai ada di sekitar kita. Atau jangan-jangan kita termasuk di antaranya? Semoga tidak.</p>
<p>Untuk kita renungkan:</p>
<p><em>#1 “Rasulullah SAW melewati pasar sementara orang-orang ada di sekitar beliau. Beliau melintasi bangkai seekor anak kambing yang kecil terputus telinganya (cacat).<br />
Beliau memegang telinga bangkai tersebut seraya berkata: “Siapa di antara kalian yang suka memiliki anak kambing ini dengan membayar seharga satu dirham?”<br />
Mereka menjawab, “Kami tidak ingin memilikinya dengan harga semurah apapun. Apa yang dapat kami perbuat dengan bangkai ini?”<br />
</em><em>Rasulullah SAW kemudian berkata, “Apakah kalian suka bangkai anak kambing ini menjadi milik kalian (gratis)?”<br />
</em><em>“Demi Allah, seandainya pun anak kambing ini masih hidup, tetaplah ada cacat. Apalagi ia telah menjadi seonggok bangkai,” jawab mereka.<br />
Beliau pun bersabda setelahnya, “Demi Allah, sungguh <strong>dunia</strong> ini <strong>lebih</strong> <strong>rendah dan hina</strong> bagi Allah <strong>daripada </strong>hinanya <strong>bangkai</strong> ini bagi kalian.” (HR. Muslim)</em></p>
<p><em>#2 “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan <strong>prasangka</strong> , karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah <strong>mencari-cari keburukan orang </strong>dan janganlah <strong>menggunjingkan</strong> satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka <strong>memakan daging saudaranya</strong> yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang&#8221; . (QS. Al-Hujurat:12)</em></p>
<p>Bonus Gambar:</p>
<div id="attachment_340" class="wp-caption aligncenter" style="width: 258px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/sudan.jpg"><img class="size-full wp-image-340" title="sudan" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/sudan.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">No Words Needed</p></div>
<p><em>sumber gambar: realadventures.com, foto.detik.com, sinarmawaddah.blogspot.com</em></p>
<p style="text-align:right;">[Abi]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harestya.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harestya.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harestya.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harestya.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harestya.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harestya.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harestya.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harestya.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harestya.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harestya.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harestya.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harestya.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harestya.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harestya.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=329&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harestya.wordpress.com/2011/06/08/negeri-pemakan-bangkai-itu-ada-bag-2-selesai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ce202996ee9bea83dd36a00a6612c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harestyafamily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/cottage.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cottage</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/gajah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gajah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/sudan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sudan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Negeri Pemakan Bangkai Itu Ada! (bag-1, cont.)</title>
		<link>http://harestya.wordpress.com/2011/06/07/negeri-pemakan-bangkai-itu-ada-bag-1-cont/</link>
		<comments>http://harestya.wordpress.com/2011/06/07/negeri-pemakan-bangkai-itu-ada-bag-1-cont/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 00:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harestyafamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bangkai]]></category>
		<category><![CDATA[makan mayat]]></category>
		<category><![CDATA[makan orang]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[negeri indah]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri pemakan bangkai]]></category>
		<category><![CDATA[oceania]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[tikus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harestya.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Peringatan penulis: jangan membaca artikel ini sebelum makan, saat tengah makan, ataupun sesaat setelah makan. Risiko mengabaikan peringatan ini ditanggung pembaca. ^_^ Saya ingin menceritakan sebuah pengalaman fiktif. Waktu itu, setelah menikah, Saya dan Istri berkesempatan berkunjung beberapa waktu di &#8230; <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/06/07/negeri-pemakan-bangkai-itu-ada-bag-1-cont/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=92&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Peringatan penulis: jangan membaca artikel ini sebelum makan, saat tengah makan, ataupun sesaat setelah makan. Risiko mengabaikan peringatan ini ditanggung pembaca. ^_^</strong></p>
<p>Saya ingin menceritakan sebuah pengalaman fiktif. Waktu itu, setelah menikah, Saya dan Istri berkesempatan berkunjung beberapa waktu di sebuah negeri di bagian lain bumi ini. Saya mengamati kehidupan dan cara hidup orang-orang di negeri tersebut. Ada rasa takjub, ada rasa aneh. Banyak hal baru yang saya dapat di sana.</p>
<div id="attachment_333" class="wp-caption aligncenter" style="width: 590px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/alam-indah.jpg"><img class="size-full wp-image-333" title="alam indah" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/alam-indah.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Negeri Indah Itu</p></div>
<p>Kami memutuskan berbulan madu ke sana, karena informasi yang kami dapat tentang negeri itu sangat menarik hati. Negeri itu merupakan negeri Kepulauan yang masih hijau. Letaknya tertebar di Samudera Pasifik. Tetapi entah mengapa, negeri ini tidak dimasukkan dalam wilayah <em>Oceania</em>. Karena letaknya agak jauh lebih ke utara daripada <em>Oceania</em>. Rupanya informasi yang minim tentang keberadaan negeri itu membuat tidak banyak berita yang mengabarkan. Kami sendiri merasa beruntung mendapat info ini setelah mendapat referensi dari seorang teman.<span id="more-92"></span></p>
<p>Kami membawa barang bawaan cukup banyak karena berencana liburan selama 2 pekan. Perjalanan ke Negeri tersebut cukup jauh, sehingga kami <em>ngeteng</em> (ganti-ganti pesawat). Dari Soekarno-Hatta, tujuan kami ke Manila. Setelah terbang selama 6 jam, sampailah kami di Bandar Udara <em>Internasional Ninoy Aquino</em>. Dari sana, esok paginya kami langsung terbang lagi menuju Guam. Sepuluh jam kemudian, karena cuaca kurang bagus, sampailah kami di <em>Won Pat Guam International Airport</em>, Guam. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan pesawat-pesawat perintis yang hanya berisi segelintir orang. Pesawat <em>ngetem</em> layaknya angkot, sehingga menunggu jumlah penumpang. Ketika dalam hitung-hitungan pilot jumlah penumpang sudah melebihi BEP<em> (Break Event Point)</em> terhadap <em>cost</em>-nya, terbanglah pesawat itu.</p>
<p>Pengalaman menggunakan pesawat perintis sungguh mendebarkan. Kestabilan pesawat jauh berbeda dengan pesawat komersiil seperti <em>Boeing</em>. Saya dan Istri spontan erat berpegang tangan dan berdzikir. Pesawat ini melewati banyak pulau yang terhampar di Pasific. Sampai akhirnya mendaratlah kami <em>Nadi International Airport</em>, wilayah teritorial Kepulauan Fiji. Dari sini, sudah <em>ngetem</em> pesawat perintis lain, sehingga ketika kami datang, pesawat langsung berangkat. Tujuan kali ini adalah <em>Marshall Island</em>. Kami kemudian mendarat di <em>Majuro International Airport</em>, rupanya inilah terakhir kali pesawat tersedia. Perjalanan selanjutnya hanya bisa dicapai dengan kapal (<em>boat</em>).</p>
<p>Mungkin sekitar 7 jam perjalanan dengan <em>boat</em>, sehingga hampir pucat muka kami mabuk laut. Tapi bersyukurlah sampai di dermaga pantai negeri yang memang indah tersebut.</p>
<div id="attachment_334" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/pantai-2.jpg"><img class="size-full wp-image-334" title="pantai 2" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/pantai-2.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Penyambut Tamu</p></div>
<p><em>Subhanalloh</em>&#8230;.kami tak bisa berkata-kata. Pantai di sini indah sekali. Harmoninya sangat terasa. Sebagian turis dalam jumlah yang tidak banyak sedang <em>surfing</em>, berpadu dengan anak-anak lokal yang sedang tertawa bermain bola di pantai. Agak di ujung pantai, kami melihat panen ikan yang baru saja dibawa pulang oleh nelayan.</p>
<p>Nyiur yang melambai seakan mempunyai warna hijau kuat yang benar-benar membius kita untuk segera mendekat. Saya dan istri tak kuasa menolaknya. Setelah memastikan bahwa barang bawaan dibawa ke hotel terdekat, segeralah kami berteduh di bawah nyiur tadi. Sambil membeli koran harian Negeri Ini, kami mencoba menggali kabar-kabar terkini di sini.</p>
<p>Puas dengan suasana pantai, kami melanjutkan dengan berjalan-jalan ke beberapa <em>plateu</em> yang terkenal keindahannya. Sungguh merupakan pengalaman tidak terlupakan. Puncak tertinggi <em>plateu </em>tersebut dapat ditempuh dengan mobil jeep yang kami sewa. Dari situ, benar-benar terhampar luas anugerah Tuhan. Dari pulau yang menjadi pusat kehidupan negeri ini, dapat dipandang dengan kasat mata, betapa kekayaan alam negeri ini tak terbantahkan. Kami juga heran bagaimana bisa hal ini tidak terekspose oleh dunia internasional.</p>
<p>Masih dari puncak bukit, kami melihat berbagai macam kekayaan alam yang sedang digali. Dari pulau sebelah utara, terkenal dengan tambang aspal kualitas wahid. Di sebelah timur pulau utama ini, aktivitas pertambangan sangat sibuk. Dari info yang kami terima, inilah penghasil emas yang tiada habisnya. Dengan jumlah cadangan emas diperkirakan ribuan juta ton metrik, maka (seharusnya) negeri ini akan makmur sampai dengan 70 turunan.</p>
<p>Tibalah waktu makan malam. Atas referensi beberapa orang yang kami temui di jalan, istri menyarankan agar kami makan malam di restoran yang memang terkenal paling enak di sini.</p>
<p>Tata ruang restoran sungguh cantik. Begitu masuk, kami langsung merasa <em>relaks</em>, dan semua rasa capek setelah perjalanan jauh menguap. Kami memang agak awal datang sebelum ramai. Karena katanya, kalau waktu makan malam benar-benar tiba, sangat susah mencari tempat duduk di restoran ini.</p>
<p>&#8220;<em>How is your day, Sir and Madam! Welcome to our restaurant</em>.&#8221; seorang pelayan yang ramah menyapa kami dalam bahasa Inggris yang cukup baik sambil memberikan tempat duduk yang kosong.</p>
<p>&#8220;<em>Yes, I would like to have our dinner at your restaurant</em>.&#8221; kataku.</p>
<p>&#8220;<em>That would be our pleasure to serve you.</em>&#8221; kata pelayan dengan sangat sopan, &#8220;<em>Would you like to see our food list?</em>&#8221; sambungnya.</p>
<p>Begitu kami disodori menu, kami berdua terperangah! Tulisan yang ada dalam menu sangat sulit kami mengerti. Beberapa menu&#8211;yang sempat kami baca&#8211;adalah: <strong>Sate Bangkai Babi Super, Ayam Bangkai Bakar Spesial</strong>, serta semacam tongseng dengan nama &#8220;<strong>Sengtong Bangkai Kambing Tauge&#8221;</strong>. Itu yang sempat kami baca. Detik selanjutnya kami langsung kabur ke hotel tanpa berpamitan. Perut kami merasa mual.</p>
<p>&#8220;<em>Are you ready to order Sir and Madam</em>?&#8221; pelayan setengah berteriak tanpa kami hiraukan.</p>
<p>Sampai rumah, istri akhirnya cukup dengan memasak mie instant yang kami bawa. Cukuplah untuk mengganjal perut sampai esok pagi.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Pagi harinya kami sudah merasa segar. Dan berencana keluar mengelilingi kota. Seperti bermimpi tentang kejadian semalam, kami tidak berusaha membahasnya lagi. Kami baca koran hari ini, sepertinya tidak ada peristiwa yang cukup menarik. Justru ini yang kami inginkan. Kami hanya ingin menikmati keseharian penduduk dan kehidupan di sini. Beranjaklah kami keluar kamar dengan beberapa perlengkapan yang menurut kami cukup penting dibawa saat berpetualang.</p>
<p>Begitu melewati tetangga kamar, kami melihat pemandangan yang sangat menjijikkan. Orang tersebut, beserta (entah) istrinya, sedang sarapan sebuah bangkai! Entah itu apa, kemungkinan tikus kecil tanpa dimasak. Bahkan baunya sangat menyengat. Dipenuhi dengan lalat sebesar tawon kecil, serta puluhan belatung warna putih yang menggeliat. Nikmat sekali mereka melahapnya. Hii&#8230;What The&#8230;.!!!</p>
<div id="attachment_335" class="wp-caption aligncenter" style="width: 322px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/tikus.jpg"><img class="size-full wp-image-335" title="tikus" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/tikus.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Tikus Sebelum Disantap Untuk Sarapan</p></div>
<p>Masih bergidik, kami tetap meneruskan niat semula, keliling kota. Tetapi lagi-lagi kami beristighfar menyaksikan semua yang ada. Sepanjang jalan istri menahan agar tidak muntah. Mendadak semua yang kami saksikan begitu menjijikkan. Di sebuah persimpangan, kami berhenti karena lampu merah. Namun, di sisi jalan, kami lihat orang berkerumun, spontan saya tanya ke orang apa yang terjadi? Dijawab kemudian oleh salah seorang ibu yang paling dekat dengan mobil saya, &#8220;Ada seorang Saudara kami yang baru mati kecelakaan. Dan kami sekarang sedang berebut untuk memakannya.&#8221;&#8230;Hoeeekkkk&#8230;.</p>
<div id="attachment_336" class="wp-caption aligncenter" style="width: 273px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/makan-orang-rang.jpg"><img class="size-full wp-image-336       " title="makan orang rang" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/makan-orang-rang.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Perilaku Gila yang Menjijikkan</p></div>
<p>Sebenarnya apa yang terjadi?<br />
Di mana kami berada?<br />
Mengapa semua seperti ini?<br />
&#8212;bersambung&#8212;<br />
Lanjut ke bagian-2 ada <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/06/08/negeri-pemakan-bangkai-itu-ada-bag-2-selesai/">di sini</a>.</p>
<p><em>gambar-gambar hanya ilustrasi</em><br />
<em>sumber: kaskus.us, alfi-sahri-aja.blogspot.com, wempi.nokspi.com, wikiberita.net </em></p>
<p style="text-align:right;">[Abi]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harestya.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harestya.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harestya.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harestya.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harestya.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harestya.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harestya.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harestya.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harestya.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harestya.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harestya.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harestya.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harestya.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harestya.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=92&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harestya.wordpress.com/2011/06/07/negeri-pemakan-bangkai-itu-ada-bag-1-cont/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ce202996ee9bea83dd36a00a6612c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harestyafamily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/alam-indah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alam indah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/pantai-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pantai 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/tikus.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tikus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/makan-orang-rang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">makan orang rang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>:)</title>
		<link>http://harestya.wordpress.com/2011/06/01/320/</link>
		<comments>http://harestya.wordpress.com/2011/06/01/320/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 04:24:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harestyafamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[album nikah]]></category>
		<category><![CDATA[istana]]></category>
		<category><![CDATA[kisah kasih]]></category>
		<category><![CDATA[syurga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harestya.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Kalau sampai masa tak terlalu tua nanti.. ada masa kita sama–sama enggan menanyakan kabar, tak merasa perlu tiap sentuh kala peluk dirasa tak lagi nyaman karena lemak mulai mengganggu karena keringat mulai menampakan kesejatiannya, kala album pernikahan kita entah dimana &#8230; <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/06/01/320/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=320&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau sampai masa tak terlalu tua nanti..</p>
<p>ada masa kita sama–sama enggan menanyakan kabar,</p>
<p>tak merasa perlu tiap sentuh</p>
<p>kala peluk dirasa tak lagi nyaman</p>
<p>karena lemak mulai mengganggu</p>
<p>karena keringat mulai menampakan kesejatiannya,</p>
<p>kala album pernikahan kita entah dimana</p>
<p>kala riuh suara sibuk menghalau kita dari saling pandang</p>
<p>sayang//<span id="more-320"></span></p>
<p>akan datang masa itu, di mana tulisan ini mengingatkan membuat kita menangis, atau tertawa menyindir&#8230;</p>
<p>satu di antara kita menatap genit&#8230;</p>
<p>sayang//</p>
<p>bila nanti satu di antara kita bicara dengan batu bertulis nama</p>
<p>bukan dengan jasad</p>
<p>kala peluk tak menjumpai raga yang hangat&#8230;</p>
<p>sayang//</p>
<p>akan datang lagi masa&#8230;.</p>
<p>di mana kau tetap tampan, aku tetap cantik. Kita wangi,,,</p>
<p>kita menuai cinta kita&#8230; di syurga seperti janji kita</p>
<p>seperti cerita-cerita sederhana seperti cita-cita impian kita..</p>
<p>di dalam lorong sempit bermuara istana.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/dua-tangan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-325" title="dua tangan" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/dua-tangan.jpg?w=640" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:left;">1 Januari 2011-1 Juni 2011</p>
<p style="text-align:right;">[Ummi]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harestya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harestya.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harestya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harestya.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harestya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harestya.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harestya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harestya.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harestya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harestya.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harestya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harestya.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harestya.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harestya.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=320&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harestya.wordpress.com/2011/06/01/320/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ce202996ee9bea83dd36a00a6612c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harestyafamily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/06/dua-tangan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dua tangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sajak Dua Cangkir Kopi</title>
		<link>http://harestya.wordpress.com/2011/05/24/sajak-dua-cangkir-kopi/</link>
		<comments>http://harestya.wordpress.com/2011/05/24/sajak-dua-cangkir-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 08:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harestyafamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Cangkir Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Khitbah]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi CInta]]></category>
		<category><![CDATA[Sajak Kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harestya.wordpress.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Cangkir kopi yang beradu punya iramanya Terdengar oleh telinga yang lama tak mendengar suara Ia berimaji seolah getrukan nya adalah sebuah lagu dalam pentas panggung Busanya menghilang satu-satu Terlihat oleh mata yang lama tak melihat ada gelembung warna Selamanya hitam, &#8230; <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/05/24/sajak-dua-cangkir-kopi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=308&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_309" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/black_coffee.jpg"><img class="size-full wp-image-309" title="black_coffee" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/black_coffee.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Secangkir Kopi</p></div>
<p style="text-align:center;">Cangkir kopi yang beradu punya iramanya</p>
<p style="text-align:center;">Terdengar oleh telinga yang lama tak mendengar suara</p>
<p style="text-align:center;">Ia berimaji seolah getrukan nya adalah sebuah lagu dalam pentas panggung</p>
<p style="text-align:center;">Busanya menghilang satu-satu</p>
<p style="text-align:center;">Terlihat oleh mata yang lama tak melihat ada gelembung warna<br />
Selamanya hitam, biar saja&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">Tapi kali ini gelembungnya serupa jingga entah dari mana</p>
<p style="text-align:center;">Kopi selalu punya <em>chemistry</em> antara arah dan jalur dua hati</p>
<p style="text-align:center;">Berjarak tapi dekat</p>
<p style="text-align:center;">Dekat namun tak terkira jauhnya</p>
<p style="text-align:center;">Dan kopi selalu punya akhir tak bahagia</p>
<p style="text-align:center;">Hilang saripati, lalu larut dalam pusaran&#8230;</p>
<p style="text-align:right;">[Ummi 2010]</p>
<p style="text-align:left;"><em><span id="more-308"></span>Catatan kaki dari Abi:<br />
</em>Pernahkah kalian meraba-raba dalam sebuah hantaran cinta? Hantaran yang tidak jelas dan tidak rapi? Di mana tiap hari kita bertanya, benarkah si dia ada rasa? Atau aku saja. Ah, ya sudahlah. Tak pantas aku memikirnya.</p>
<p style="text-align:left;">Nah, Ummi membuat sajak ini, tahun lalu, saat Abi merasakan hal itu. Dan Abi melihat ini sebagai &#8220;sandi rahasia&#8221; yang menjawab penasaran Abi. Dalam sajak ini samar terbaca jawaban &#8220;Ya&#8221; dari Ummi akan harapan cinta Abi. Ummi merasakan perasaan maju mundur yang sama. Dan untungnya Abi mengerti apa yang tersirat dari sajak Ummi. Sehingga Abi mempunyai keyakinan yang memadai, untuk segera mengkhitbahnya. Hahay&#8230; ^+^</p>
<div id="attachment_310" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/love.jpg"><img class="size-full wp-image-310" title="love" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/love.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Love on The Sky</p></div>
<p style="text-align:left;"><em>sumber gambar: cafe.ajbintl.com, ezakiya.wordpress.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harestya.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harestya.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harestya.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harestya.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harestya.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harestya.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harestya.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harestya.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harestya.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harestya.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harestya.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harestya.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harestya.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harestya.wordpress.com/308/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=308&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harestya.wordpress.com/2011/05/24/sajak-dua-cangkir-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ce202996ee9bea83dd36a00a6612c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harestyafamily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/black_coffee.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">black_coffee</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/love.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">love</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Atik Pengen Jadi Akuntan</title>
		<link>http://harestya.wordpress.com/2011/05/20/atik-pengen-jadi-akuntan/</link>
		<comments>http://harestya.wordpress.com/2011/05/20/atik-pengen-jadi-akuntan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 10:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harestyafamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntan]]></category>
		<category><![CDATA[Atik Fajaryani]]></category>
		<category><![CDATA[hasil UN 2011]]></category>
		<category><![CDATA[SMK N 1 Bantul]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UU Akuntan Publik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harestya.wordpress.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[When I was just a little girl I asked my mother what will I be Will I be pretty, will I be rich Here’s what she said to me *Que sera, sera Whatever will be, will be The future’s not &#8230; <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/05/20/atik-pengen-jadi-akuntan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=300&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>When I was just a little girl</em><br />
<em>I asked my mother what will I be</em><br />
<em>Will I be pretty, will I be rich</em><br />
<em>Here’s what she said to me</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>*Que sera, sera</em><br />
<em>Whatever will be, will be</em><br />
<em>The future’s not ours to see</em><br />
<em>Que sera, sera</em><br />
<em>What will be, will be</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>When I grew up and fell in love</em><br />
<em>I asked my sweetheart what lies ahead</em><br />
<em>Will we have rainbows day after day</em><br />
<em>Here’s what my sweetheart said</em></p>
<p style="text-align:center;"><em>Now I have children of my own</em><br />
<em>They asked their mother what will I be</em><br />
<em>Will I be handsome, will I be rich</em><br />
<em>I tell them tenderly</em></p>
<p>Ketika kecil mungkin kita pernah ditanya oleh banyak orang, nanti kalo besar nanti pengen jadi apa? Banyak orang langsung menjawab, &#8220;Dokter&#8221;. Termasuk yang Abi jawab waktu itu, karena terinspirasi <em>Pakdhe</em> yang jadi dokter. Atau jawaban lain biasanya adalah Presiden, Pilot, Polisi, Insinyur, Arsitek, atau Guru.</p>
<p>Pernahkan ada yang menyatakan pengen jadi akuntan? Ada. <span id="more-300"></span></p>
<p>Dia adalah <a href="http://www.harianjogja.com/beritas/detailberita/HarjoBerita/23762/anak-buruh-tani-bantul-juara-se-indonesiaview.html">Atik Fajaryani</a>, seorang yang dinobatkan sebagai peraih Ujian Nasional tertinggi se-Indonesia. Atik mengemas nilai sempurna pada Matematika dan Bahasa Inggris, sedangkan bahasa Indonesia agak &#8216;sedikit meleset&#8217; dengan hanya &#8216;mengemas&#8217; 9,80!</p>
<div id="attachment_302" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/atik.jpg"><img class="size-full wp-image-302 " title="D:DCIM101MEDIAIMG_7522.JPG" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/atik.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Sang Jawara UN 2011 beserta Gurunya</p></div>
<p>Darimana dia berasal? Dari SMA Negeri favorit? Dari SMA Swasta mewah? Dari keluarga yang sangat peduli akan pendidikan anaknya? Hingga rela berinvestasi untuk bimbel anaknya puluhan juta? Tidak. Atik hanyalah siswi SMK Negeri di Bantul, negeri ujung selatan <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/04/19/repackage-simbah-terakhir/">Jogja</a>. Atik juga berasal dari orangtua hebat yang kebetulan berprofesi sebagai buruh tani dan ibu rumah tangga. <del>Mari menampar diri sendiri untuk menyadarkan kita agar bersyukur, serta menumbuhkan malu atas apa yang sudah dicapai (terutama Abi pribadi).</del></p>
<p>Dan mengapa Atik ingin jadi akuntan? Itu adalah hal yang menggelitik bagi Abi. Akuntan? Apa sih istimewanya? Bahkan bagi fresh graduate, kerja jadi akuntan di KAP (kantor akuntan publik) bagai neraka, _katanya_. Banyak lemburnya sampai tak terkira. Paling-paling sakit tipes. Itu pun belum menjamin bahwa angka-angka keuangan yang digeluti akan balance, dan kalaupun balance belum tentu benar. Berat rasanya&#8230;</p>
<p>Mungkin saja Atik sempat berkenalan dengan sosok figur seorang akuntan yang dikaguminya. Yang jelas banyak orang yang tidak melirik profesi ini, jauh kalah tenar dengan Pengacara, Dokter, atau Teknisi di Perusahaan Tambang Multinasional.</p>
<p>Abi sendiri bukannya tidak suka dengan orang yang ingin menjadi akuntan, <em>lha wong background</em> <a href="http://harestya.wordpress.com/about/">Abi (dan Ummi</a>) juga ekonomi, kok. Hanya saja, mungkin Atik belum tahu tentang <a href="http://www.iapi.or.id/iapi/download/seputarIAPI/UU%20No.5%20Tahun%202011%20tentang%20Akuntan%20Publik.pdf">UU Akuntan Publik</a> yang baru disahkan. Bisa jadi, setelah membaca UU ini Atik sedikit berubah pikiran.</p>
<p>Mengapa? Salah satunya, menurut dosen Abi, bahwa akuntan saat ini terancam dipermainkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena pada pasal 55 UU ini mengatur ketentuan pidana bagi akuntan. Dan ancaman hukumannya adalah 5 tahun penjara.</p>
<p>Nah, apa salahnya? Toh memang banyak akuntan yang kadang ikut &#8216;bermain kotor&#8217;. Tentu ancaman itu bagus untuk membuat jera. Lagian pidana itu ditujukan untuk akuntan yang melakukan pelanggaran, antara lain manipulasi.</p>
<p>Masalahnya bukan terletak pada pada ancaman pidana dan sebabnya, namun terletak pada angka 5 tahun itu. Dalam hukum, bagi delik pidana yang diancam hukuman 5 tahun ke atas, seorang tersangka bisa dipenjara terlebih dahulu sebelum diadili. Itu dia!</p>
<p>Sekarang coba ikuti imajinasi Abi. Seandainya seorang akuntan melakukan audit, dan hasilnya menemukan kebobrokan sebuah manajemen perusahaan. Otomatis jajaran direksi tidak suka boroknya terbongkar. Bagaimana yang terjadi jika para pejabat perusahaan itu iseng melaporkan akuntan tersebut ke Polisi dengan tuduhan manipulasi? Maka akuntan tersebut akan masuk penjara terlebih dahulu, dan diinterogasi oleh polisi <del>yang belum tentu <em>expert</em> di bidang akuntansi, asal ada S.E. di belakang namanya.</del> Masalah nanti akhirnya tidak bersalah di pengadilan, itu urusan nanti. Yang jelas, akuntan malang itu akan merasakan terlebih dahulu dinginnya lantai hotel prodeo__bisa jadi sampai berbulan-bulan__, dan bagaimana gemesnya diinterogasi oleh seorang yang berkuasa tetapi tidak mengerti permasalahan sebenarnya.</p>
<p>Separah itukah? Semoga itu hanya imajinasi Abi saja.</p>
<p>Mari kita dukung Atik untuk meraih citanya, menjadi akuntan. Dan akan membangun negeri ini dalam bidang ekonomi akuntansi guna mewujudkan masyarakat adil dan makmur.</p>
<p>Kembali ke lagu <em>Que Sera-Sera</em> yang diciptakan oleh <em>Jay Livingston</em> dan <em>Ray Evans</em> pada 1956 silam, indah sekali makna tersiratnya. Bahwa, bagi orang tua, mau jadi apapun terserah, karena masa depan di tangan Alloh. Bisa jadi waktu kecil ingin jadi polisi, setelah besar kena tilang polisi. Waktu kecil ingin jadi dokter, setelah besar jadi pasien. Waktu kecul ingin jadi Presiden, setelah besar hanya jadi rakyat.</p>
<div id="attachment_301" class="wp-caption aligncenter" style="width: 335px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/ibu-anak.jpg"><img class="size-full wp-image-301" title="Mother Playing with Baby" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/ibu-anak.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Orang Tua Hanya Ingin Anak Bahagia</p></div>
<p>Jadi apapun terserah, karena bagaimanapun, <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/05/02/tentang-perjuangan-hidup/">anak tetap akan menjadi orang hebat di mata orang tuanya.</a></p>
<p><em>Sumber gambar: harianjogja.com, billystovano.wordpress.com</em></p>
<p style="text-align:right;">[Abi]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harestya.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harestya.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harestya.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harestya.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harestya.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harestya.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harestya.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harestya.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harestya.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harestya.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harestya.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harestya.wordpress.com/300/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harestya.wordpress.com/300/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harestya.wordpress.com/300/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=300&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harestya.wordpress.com/2011/05/20/atik-pengen-jadi-akuntan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ce202996ee9bea83dd36a00a6612c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harestyafamily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/atik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">D:DCIM101MEDIAIMG_7522.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/ibu-anak.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mother Playing with Baby</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>happy milad, darl..</title>
		<link>http://harestya.wordpress.com/2011/05/18/happy-milad-darl/</link>
		<comments>http://harestya.wordpress.com/2011/05/18/happy-milad-darl/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 May 2011 03:32:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harestyafamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harestya.wordpress.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Tiap hariku ialah mengeja cinta mengejawantahkan rahmat, yang terpagut dalam tiap helai senyum mu.. happy milad sayang..  (17 mei 2011) semoga cinta sederhana selalu berhasil mencukupi jiwa-jiwa kita.. -ummi&#38;dedek-<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=295&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiap hariku ialah mengeja cinta<br />
mengejawantahkan rahmat, yang terpagut dalam tiap helai senyum mu..</p>
<p>happy milad sayang..  (17 mei 2011)</p>
<p>semoga cinta sederhana selalu berhasil mencukupi jiwa-jiwa kita..</p>
<p>-ummi&amp;dedek-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harestya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harestya.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harestya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harestya.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harestya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harestya.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harestya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harestya.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harestya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harestya.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harestya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harestya.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harestya.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harestya.wordpress.com/295/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=295&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harestya.wordpress.com/2011/05/18/happy-milad-darl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ce202996ee9bea83dd36a00a6612c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harestyafamily</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kerja di Toko Sepatu Ya, Mas&#8230;?</title>
		<link>http://harestya.wordpress.com/2011/05/11/kerja-di-toko-sepatu-ya-mas/</link>
		<comments>http://harestya.wordpress.com/2011/05/11/kerja-di-toko-sepatu-ya-mas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 04:18:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harestyafamily</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bintaro]]></category>
		<category><![CDATA[bintaro plaza]]></category>
		<category><![CDATA[gap ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kurva distribusi normal]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[penduduk kaya]]></category>
		<category><![CDATA[penduduk miskin]]></category>
		<category><![CDATA[sepatu]]></category>
		<category><![CDATA[toko sepatu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harestya.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu pagi itu, Abi sama Ummi punya agenda untuk bertemu dengan beberapa teman, di daerah sekitar Bintaro. Ba&#8217;da dhuhur acara selesai, dan kami bersepakat untuk ngadem ke mall, dalam hal ini adalah BP, singkatan dari Bambang Pamungkas, Bintaro Plaza. Tujuan &#8230; <a href="http://harestya.wordpress.com/2011/05/11/kerja-di-toko-sepatu-ya-mas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=285&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu pagi itu, Abi sama Ummi punya agenda untuk bertemu dengan beberapa <a href="http://penguintropis.blogspot.com">teman</a>, di daerah sekitar Bintaro. Ba&#8217;da dhuhur acara selesai, dan kami bersepakat untuk <em>ngadem</em> ke mall, dalam hal ini adalah BP, singkatan dari <del>Bambang Pamungkas</del>, Bintaro Plaza.</p>
<div id="attachment_286" class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/bp.jpg"><img class="size-full wp-image-286 " title="bp" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/bp.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Bintaro Plaza</p></div>
<p>Tujuan utama adalah makan. Jadi begitu sampai tanpa basa-basi kami langsung mencari <em>foodcour</em>t. Sekali-kali boleh-lah makan di mall, untuk menyelingi makanan-makanan &#8220;biasa&#8221; yang terbiasa dicerna usus halus kami.<span id="more-285"></span></p>
<p>Singkat cerita, setelah makan, Ummi rupanya tertarik dengan salah satu toko pernak-pernik <del>abg</del> yang bernama salah satu nama buah. Karena di situ lumayan berdesak-desakan dengan para <del>abg labil</del> pemudi-pemudi, serta pemuda pengantar pemudi, maka Abi lebih memilih menunggu Ummi_yang masih berdarah muda_dari luar toko.</p>
<p>Beberapa saat menunggu sambil memandang sekitar, ada seorang yang menegur. Seorang Bapak-bapak yang mengaku sedang menunggu anaknya yang mengikuti kompetisi menembak di <em>Toys City</em>. Entah beneran ada atau tidak kompetisi itu, Abi tidak tertarik untuk mengoreknya. Yang jelas, bapak ini agresif sekali mendekati Abi. Tinggal di mana mas? Ngapain di sini? Padahal waktu di kampung, hal ini wajar, tapi justru di kota individualis seperti ini, hal itu jadi tidak wajar.</p>
<p>Secara naluri, Abi langsung waspada dengan orang asing yang seperti ini. Apalagi sekarang sedang marak laundry otak berkode N-11 dan sejenisnya. Akan tetapi, Abi tetap menanggapi percakapan dengan santai dan bahkan sesekali membuatnya lebih hidup.</p>
<p>Sambil sesekali seakan menengok anaknya yang di Toys City, lagi-lagi orang itu kembali ke tempat Abi berdiri. Terus mengobrol, mulai dari ngobrolin sekolah anaknya sampai ngobrolin jahatnya pemerintah dan bodohnya masyarakat.</p>
<p>Sampai kemudian Bapak itu bertanya, &#8220;Kerja di mana Mas?&#8221;<br />
&#8230;belum sempat Abi menjawab, Bapak itu sudah mencoba menebak&#8230;<br />
&#8220;Kerja di pabrik ya, Mas?&#8221;</p>
<p>Err&#8230;.mencoba mencerna kemudian mengaca diri sendiri. Tas di punggung, Jaket, Celana Bahan, Sepatu Gunung, HP Nokia Kotak&#8230;ehm&#8230;</p>
<p>Akhirnya Abi menjawab singkat, &#8220;Eh, enggak Pak. Saya kerja di sekitar Blok M.&#8221;</p>
<p>Si Bapak menanyakan semakin detail, mungkin berpikir apakah Abi masih merupakan &#8220;sasaran potensial&#8221;. *mulai su&#8217;udzon sama si Bapak.<br />
&#8220;Blok M di mana, Mas? Di toko sepatu, ya?&#8221;</p>
<p>Arrgggghhh&#8230;..pengen teriak,&#8221;Pak, saya aja pakai sendal, mana mampu jualan sepatu, nebak dong jualan sendal!&#8221;</p>
<p>Tapi Abi urungkan. Akhirnya Abi menjawab secara diplomatis,&#8221;Ya apa ajalah Pak. Tergantung perintah bos. Yang ada aja. Zaman sekarang kan cari kerja susah. Jadi kerjaan apapun jalanin aja.&#8221;</p>
<p>Bapaknya diam. Entah apa yang dipikirkan. Abi juga tidak tertarik menggalinya.</p>
<p>Sejurus kemudian Ummi nyamperin keluar buat ambil uang yang Abi bawa. Setelah Ummi pergi, ganti Bapak tadi bertanya heran, &#8220;Itu istrinya, Mas?&#8221;</p>
<p>Mungkin Bapak itu heran bagaimana seorang penjual sepatu seperti Abi bisa mendapat istri secantik Ummi. Hmm&#8230;.^_^</p>
<p>Tapi kami malah bersyukur, bahwa dengan posisi kami sebagai Mahasiswa__yang hanya 18,4% dari total penduduk usia 19-24 tahun__, masih sering dianggap sebagai kebanyakan orang, yaitu sebagai pejuang hidup seperti pekerja pabrik ataupun penjual sepatu.</p>
<p>Bukan untuk mendiskreditkan dua profesi mulia itu. Justru kami senang, bisa dianggap seperti kebanyakan masyarakat. Sebagai pekerja pabrik dan penjual sepatu, kira-kira sudah mempunyai penghasilan melebihi penduduk miskin versi BPS, yaitu Rp211.726/bulan. Jumlah penduduk miskin ini hanya sekitar <a href="http://fokus.vivanews.com/news/read/208195-mengapa-orang-mapan-semakin-banyak-">13,33%</a> (32 juta jiwa) dari total penduduk Indonesia. Atau tentu tidak juga termasuk golongan mapan 4 juta penduduk yang berpenghasilan 20 s.d. 40 juta per bulan. Juga bukan termasuk golongan menengah ke atas yang berjumlah sekitar 25 juta orang menurut BPS. Sisanya, yaitu 180,6 juta adalah yang lain (penduduk Indonesia <a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2011/02/10/202291/92/14/Jumlah-Penduduk-Indonesia-Bisa-Lebihi-Amerika">237,6</a> juta). Golongan rata-rata. Dan kami bersyukur bersama golongan lain yang terbesar itu.</p>
<p>Sebab, sebagai golongan rata-rata, setidaknya sudah menempati posisi ideal (garis di titik z) dalam kurva distribusi normal. Artinya, dalam posisi inilah kita dapat meringankan tugas pemerintah meminimalisasi gap ekonomi yang selalu menjadi PR dari dulu hingga kini.</p>
<div id="attachment_287" class="wp-caption aligncenter" style="width: 413px"><a href="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/normal-curve.jpg"><img class="size-full wp-image-287  " title="normal curve" src="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/normal-curve.jpg?w=640" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Normal Distribution Curve</p></div>
<p>Apakah tidak ingin ke golongan kanan yang kaya? Tentu. Agama kami mengajarkan demikian. Hanya, semoga Alloh memberikannya di saat yang tepat. Karena itu tidak lebih dari sebuah cobaan. Semoga dengan berada di golongan sebelah kanan kurva, kita tidak membuat masalah gap ekonomi semakin buruk. Semoga jika kita nanti kaya, dan sekarang bagi orang-orang yang sudah kaya, justru bisa menarik golongan sebelah kiri kurva, sehingga secara keseluruhan menarik garis normal z ke tempat yang lebih ke kanan. Yang artinya adalah, kita kaya tidak sendiri, tetapi mengajak yang lain, sehingga dapat mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Serta terwujudnya sila ke-5 Pancasila. (Gimana hayoo&#8230;bunyinya??)</p>
<p><em>Sumber gambar: shavaat.wordpress.com, riyadinal.blogspot.com</em></p>
<p style="text-align:right;">[Abi]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harestya.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harestya.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harestya.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harestya.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harestya.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harestya.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harestya.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harestya.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harestya.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harestya.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harestya.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harestya.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harestya.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harestya.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harestya.wordpress.com&amp;blog=20048201&amp;post=285&amp;subd=harestya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harestya.wordpress.com/2011/05/11/kerja-di-toko-sepatu-ya-mas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>63</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/08ce202996ee9bea83dd36a00a6612c2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harestyafamily</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/bp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harestya.files.wordpress.com/2011/05/normal-curve.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">normal curve</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
